Archive for February 2013

Hanya Isyarat (Film Omnibus RECTOVERSO)

2 Comments »

Gue tau banget apa yang dirasain sama Al !
Dan air mata yang tiba-tiba menetes tanpa permisi di bioskop saat Al bilang "Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja," adalah bukti bahwa hati emang ga bisa dibohongi.
Cover Novel Rectoverso
Cover Film Rectoverso

Sempet lupa sama judul cerita ini saat tadi ditanyain sama temen sebelah pas adegan pertama kali di pantai, akhirnya setelah beberapa scene inget kalo judulnya "Hanya Isyarat". Sempet lupa juga sama kisahnya karena udah lama banget baca novelnya, akhirnya langsung meleleh juga saat sampai di part ini...

"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."

dan liriknya... dan sambil dengerin lagunya...

Ku coba semua, segala cara
Kau membelakangiku 
Ku nikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa 
Untuk kumenghayatimu 
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu 
Dan dirimu yang jauh di sana 
Ku tak kan bisa lindungi hati 
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu 
Bantulah aku semampumu

Rasakanlah...
Isyarat yang sanggup kau rasa 
Tanpa perlu kau sentuh
Rasakanlah...
Harapan, impian, 
Yang hidup hanya untuk sekejap
Rasakanlah...
Langit, 
Hujan,
Detak, 
Hangat nafasku...

Rasakanlah...
Isyarat yang mampu kau tangkap 
Tanpa perlu kuucap, 
Rasakanlah...
Air, 
Udara, 
Bulan, 
Bintang
Angin, 
Malam,
Ruang, 
Waktu, 
Puisi...
Itulah saja cara yang bisa  
Untuk menghayatimu...
Untuk mencintaimu...

'Hanya Isyarat'  sung by: Dewi Lestari
Aku jatuh cinta pada seseorang yang sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja. tapi sekarang aku sudah tau warna matanya, cokelat muda dan itu sudah lebih dari cukup. - Al (Hanya Isyarat - Rectoverso, 2013).
Even just by seeing his back from a distance could make me smile :) Karena 'aku bahagia melihatnya bahagia' masih tetap berada di halaman pertama kamus hidupku :')

Bandung, 21 Februari 2013
Hesti Nuraini

Let the Anger Go!

2 Comments »

Di banyak kondisi ketika kita marah, kita sering berpikir kalau itu harus dilampiaskan. Baik dengan sesuatu yang ekspresif bagi diri sendiri (mukul-mukul tembok, gebrak meja, atau tonjok muka sendiri.. ahaha), maupun dengan melampiaskannya ke orang lain (mencari kambing hitam, nyalahin, damprat-damprat).

Tapi pada akhirnya kita bakal sadar, sebenarnya selalu ada pilihan ketiga..
Udah biarkan saja..Lupakan, masih ada masa depan…
Susah, tapi toh ga akan selesai dengan melampiaskan amarah..
Udah, ga perlu melakukan hal lemah yang bikin makin lelah…
Karena setelah kita membiarkannya pergi„
kita baru bisa melangkah maju… 
Kids, you may think your only choices are to swallow your anger.. or throw it to other faces. But.. there is the third option.. you can just let it go.. and only when you do that, you can move forward.. -Ted Mosby (2013)
*Taken from 'Let the Anger Go' by Ahmad Mushofi Hasan
 http://ahmadmushofihasan.wordpress.com/2013/01/04/let-the-anger-go/

Kata-kata dari salah seorang senior di atas jadi pengingat terbesar tiap kali kemarahan saya tersulut. Selalu sukses bikin kesabaran saya ter-extention dan bikin saya ikhlas kemudian merasa sangat baik-baik saja. Saya akui, saya yang dulu orangnya sangat pemarah. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak sekali keadaan dimana saya dipaksa (benar-benar dipaksa) harus bersabar (mau nggak mau), dan itu lama-lama yang membuat saya menjadi terbiasa dengan kesabaran. Bahkan saya sendiri sempat heran dengan diri saya sendiri yang sekarang, hampir ga punya emosi. Saya sekarang hampir ga bisa marah, apalagi terhadap orang-orang terdekat saya. Bisa pun marah, itu hanya sepercik api yang tersulut yang kemudian padam dengan sendirinya saat saya teringat dengan kata-kata di atas. "Let it go...", "Lupakan...", "Udah biarin aja...", "Yaudah sih...","Trus kenapa? Kalau saya marah keadaan bakal berubah? Nggak kan?" dan kata-kata 'ke-tidak-peduli-an' yang lain. Ya, mungkin bisa dibilang saya menjadi lebih tidak memperhatikan perasaan diri sendiri, tapi toh dengan begitu saya masih bisa hidup dengan lebih bahagia, lebih santai dengan hidup saya, dan ga nambah dosa karena sering marah-marah :p  So, Be smart! Be Positive!
Positive thinking is the key.
Udah, ga perlu melakukan hal lemah yang bikin makin lelah…                              (yang ini perlu garis bawahi banget! + bold + italic)

Dan barusan saya dapet quote lagi dari temen saya yang bisa semakin nambah kesabaran dan sebagai pengingat kalau-kalau emosi sedang tersulut,
Kesabaran itu tumbuhan terpahit dengan buah termanis. -Ageng Bella Dinata (2013)

Ga ada yang sia-sia dari sebuah kesabaran, kan? :)


Bandung, 17 Februari 2013
Hesti Nuraini

I'm in Blue

No Comments »

Semestinya sekarang aku sedang mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan rumah yang deadline-nya besok. Tapi kau tahu sendiri kan, aku ini si golongan darah B yang melankolis dan mudah terharu. Dan kejadian sore tadi sangat cukup membuyarkan konsentrasiku untuk mengerjakan tugas saat ini. Aku merindukannya! Ya, dia. Dia yang dulu selalu menemani hari-hariku. Ya, kau perlu menggarisbawahi kata 'dulu'. Dia yang dulu selalu ada saat aku butuh. Dia yang setia menjadi kawan kemanapun aku pergi. Dia yang mengenalkanku pada kota perantauan ini. Dia yang menjadi penguat di masa-masa sulit awal kehidupan baruku disini. Dia yang selalu selalu dan selalu ada kapanpun aku butuh, mulai dari dini hari sampai tengah malam pun dia selalu ada bersamaku, dimanapun. Dia yang dulu... dulu... dulu... selalu... selalu... selalu... ada untukku...

Tapi sekarang, semua tak lagi sama. Dia tak lagi ada disini. Selama ini aku selalu berusaha untuk tetap baik-baik saja. Namun sore ini, aku sadar betapa aku sangat membutuhkannya, disini. Tak dapat lagi dipungkiri bahwa dia memang sangat berarti untukku, untuk kehidupanku disini. Sekarang, aku sangat merindukannya. Now, I'm feeling so blue... because I really do miss you, Blue!!! Semoga kau baik-baik saja disana, Ranger Biru :')


Bandung, 17 Februari 2013
Hesti Nuraini

Penulisan Berita

No Comments »

Di pertemuan ketiga ini tidak banyak materi yang disampaikan oleh Pak JJ. Karena topiknya adalah mengenai Berita dan penulisannya, maka si bapak lebih banyak memberi contoh-contoh berita dan informasi-informasi apa yang layak dijadikan berita. Ternyata banyak sekali kejadian-kejadian sehari-hari yang bisa dijadikan berita jika kita peka terhadapnya. Namun jangan juga seperti 'pekerja infotainment' yang seenaknya saja bikin berita. Sesi diskusi dan tanya jawab juga lumayan banyak.

Berita ada dua macam, hard news dan soft news. Hard news biasanya yang dijadikan headline di koran-koran harian, sedangkan soft news atau berita ringan biasanya terdapat di inside berita. Berdasarkan kecepatan penyampaian informasi, tentu saja hard news lebih aktual. Walaupun namanya 'hard', bahasa yang dipakai dalam berita biasanya merupakan bahasa baku namun ringan dan mudah dicerna oleh semua kalangan.

Yang paling penting dalam penulisan berita tentu saja adalah 5W+1H dan yang paling disoroti pada pertemuan kali ini adalah mengenai Teaser atau Lead Berita yang menjadi fokus dalam suatu tulisan. Dengan lead yang berbeda maka akan bisa dibuat berita yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Ada berbagai macam Lead:

1. The Punch Lead
2. Lead Deskriptif
3. Lead Kontras (before-after)
4. Lead Pertanyaan
5. Lead Kutipan / Ucapan Tokoh
6. Lead Kronologis
7. Lead Parodi

Lead dapat diletakkan pada awal, tengah maupun akhir berita, yang dibuat untuk lebih menarik pembaca. Lead dapat dibuat oleh si penulis sendiri atau bisa juga 'dibuatkan' oleh redaksi yang akan memuat berita tersebut. Sebenarnya tadi pas kuliah kami dikasih contoh-contoh dari semua macam Lead di atas, tapi ga bisa saya tuliskan disini. Jadi kalo mau tau lebih banyak bisa ditanyakan langsung atau gugling aja sendiri ya :p

Oiya di pertemuan kali ini, kami diberi tugas perdana, yaitu menulis berita!!! dengan ketentuan:
- berita, sesuai pola teras berita.
- seputar ITB.
- 4000 karakter termasuk spasi
- diketik pada A4 font Arial 12 spasi 1,5
- dikirim ke jurnalsaintek@gmail.com dilampirkan dalam format RTF
- disertai data diri dengan nama file nama_nim_tugas1
- dikumpulkan paling lambat Rabu, 20 Februari 2013

Sebenarnya saya sudah berwacana untuk mengerjakan tugas ini hari ini juga, namun apa daya... sampai jam segini masih belum ada inspirasi untuk nulis berita apa hehehe^^

So, Selamat Menulis!


Bandung, 14 Februari 2013
Hesti Nuraini

Seputar Dunia Menulis

No Comments »

Seperti yang telah saya janjikan pada post sebelumnya, saya akan selalu mencoba me-resume tiap pertemuan mata kuliah Jurnalisme Sains dan Teknologi yang saya ikuti. Pada pertemuan kedua ini topiknya adalah Seputar Dunia Menulis dengan mengangkat tema "INDONESIA: antara kelisanan dan keberaksaraan".

Jadi intinya ada 3 dunia (tipe masyarakat) yang sedang kita hidupi (di Indonesia) sekarang ini,
1. Masyarakat Lisan
Dalam masyarakat ini, komunikasi dilakukan secara langsung mouth-to-mouth. Segala macam informasi disampaikan melalui lisan, sehingga hubungan dalam masyarakat berlangsung sangat interaktif satu sama lain. Namun karena budaya masyarakat Indonesia yang masih lebih memandang siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakan, membuat masyarakat lisan terkesan cenderung kurang maju dan kurang obyektif dalam menghadapi suatu permasalahan yang ada.
"Siapa yang berbicara lebih penting dari apa yang dibicarakan."
"Mengendalikan massa itu lebih mudah daripada mengendalikan emosi."
2. Masyarakat Lisan Tingkat Kedua
Disini adalah gabungan budaya lisan yang ditambah dengan perkembangan teknologi dan informasi sebagai media interaksi. Dapat pula disebut dengan kelisanan modern atau secondary orality. Mayoritas kehidupan mahasiswa bisa dibilang berada dalam fasa ini, dimana interaksi lisan secara langsung masih digunakan (saat kuliah misalnya) namun pola komunikasi menggunakan media tulisan (dunia maya) juga sangat diperlukan untuk mendukung kebutuhan informasi. Nah, disini akan sering muncul #persoalan demi #persoalan jika seseorang kurang bisa menyesuaikan diri antara budaya lisan dan tulisan secara baik.

3. Masyarakat Tulis
Masyarakat tipe ini sangat menjunjung obyektivitas. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan tulisan. Silang pendapat ataupun diskusi semuanya dilakukan dengan media tulis dan tertuju pada konten tulisan, sehingga counter attactk bukan ditujukan pada individu melainkan pada apa yang ia tulis.
"Apa yang dibicarakan lebih penting dari siapa yang berbicara."


ARTI MENULIS
Tiap orang memiliki arti menulis untuk dirinya sendiri...

1. Menulis Sebagai Ekspresi, Aktualisasi, dan Eksistensi Diri
Menulis sebagai media mengekspresikan diri sendiri, mengalihkan prespektif, dan menunjukkan pada dunia siapa dirinya.
"Tulisan adalah penulisnya."
 "Menulis berarti memahami sekaligus minta dpahami."
2. Menulis Sebagai Proses Menyejarah
Menulis berarti mendokumentasikan pemikiran sekaligus realitas dan jejak sejarah.

3. Menulis adalah Membaca
Dengan menulis artinya kita telah mampu membaca apa yang tersirat di realita sekitar.

4. Menulis adalah Writing and Editing
Ketika menulis, menulislah! Jangan mengedit!
"Menulis itu kayak soda. Di awal rasanya meluap-luap, kemudian terasa biasa saat sodanya mulai hilang, tapi tetep ada tersisa rasa manis setelahnya."
5. Menulis Menambah Penghasilan
Bonus!

Kalo buat saya sendiri sih arti menulis buat saya mungkin yang nomor 1 dan nomor 5 juga bisa hihihi... Pokoknya saya bahagia tiap saya selesai nulis :3


TO DOs!  
Jadi, apa saja yang harus dilakukan kalau mau nulis?

1. Siap melawan kejenuhan
Kuncinya DISIPLIN. Bisa dimulai dengan membiasakan diri membaca 30menit/hari dan menulis 10menit/hari secara rutin. Jadikan sebuah kebiasaan, supaya tidak terasa jenuh.

2. Siap memisahkan diri dari kerumunan
Yaitu dengan cara mengobservasi. Melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. mencoba menjadi pengamat.

3. Siap bertanya, berdiskusi, dan menguji setiap materi
Kuncinya CARI TEMEN! untuk bertukar pikiran supaya tulisan kita lebih berkembang.
"Kita harus selalu siap. Mungkin ada kebenaran yang lebih baik daripada kebenaran yang kita pegang."
4. Siap dikritik
5. Selalu bawa alat tulis
6. Siap tidak dimuat di media


Nah, itu semua materi yang dapat saya serap pada pertemuan kedua tadi. Minggu depan insyaallah akan selalu saya tulis resume kuliah yang saya dapet. Semoga bermanfaat :)
"Tentang apa yang dilihat, jangan bercerita, tapi tulislah! "
"Tulislah apa yang Anda temukan, saat itu juga!!!"
So, Selamat Menulis!

*all quotes by: Pak Jejen Jaelani*

Bandung, 07 Februari 2013
Hesti Nuraini

Jatuh Cinta (lagi)

No Comments »

Beberapa hari bemain dengan teman lama mengingatkanku pada hobi lama yang sudah sangat aku tinggalkan. Membaca. Ya, sepertinya satu semester terakhir hampir tidak ada buku yang kubaca, padahal dulu saat SMA dan awal-awal kuliah berbagai jenis novel aku baca setiap harinya. Di beberapa post yang lalu aku juga sepertinya sudah mengungkapkan tentang menurunnya minat baca bukuku alih-alih membaca blog beberapa teman penulis. Namun tetap saja membaca buku itu sangat berbeda impact-nya. Jadi hari ini aku mulai lagi membaca dan akan dijadikan resolusi tahun 2013 juga. Sebuah novel yang sudah sangat lama kubeli (hampir 2 tahun lalu sepertinya) dan baru kubaca beberapa halaman waktu beli dahulu, menjadi buku perdana yang kubaca tahun ini. Sebuah akun goodreads juga sepertinya akan menjadi rencana untuk segera dibuat untuk membantu meningkatkan minat bacaku. Biar kualitas tulisan meningkat, harus banyak baca dong! Tuhan, izinkan aku jatuh cinta lagi pada buku-buku ini, hmmm... buku pelajaran included yah :p

Kegiatan baru, teman baru, dan kebiasaan baru terkadang membuat kita lupa akan beberapa kebiasaan lama kita. And special thanks to SBI girls yang kemarin main ke Bandung dan nonton Glee bareng-bareng yang bikin aku kembali ingat pada salah satu kebiasaan lama yang sudah beberapa waktu kutinggalkan kemarin. Kemarin kami nonton Glee season4 episode14 (episode terbaru) kalau tidak salah. Dan setelah  buka-buka folder laptop, Glee terakhir yang kutonton adalah season3 episode10. See! Padahal aku udah punya Glee season4 juga tapi ya waktu itu di copy doang belum ditonton sama sekali. So, siang ini aku ngulang nonton season3 dari awal, baru beberapa episode pertama dan pooffff! udah ngubah mood dan cara pandang aku juga terhadap dunia (lebay sih) hahaha... Yang jelas sih aku mulai jatuh cinta lagi sama tokoh-tokoh dan ceritanya yang sama sekali nggak biasa dan hampir mustahil kejadian di Indonesia, lumayan memperluas pengetahuan dan meningkatkan imajinasi. Tapi beneran deh mulai hari ini mau ngikutin Glee lagi, minimal 2hari 1episode deh sampe ntar kekejar episode yang sekarang lagi keluar. Semoga ga wacana haha!


for better 6th semester! for better 2013!






Bandung, 11 Februari 2013
Hesti Nuraini



Kekasihku di Kimia

No Comments »

Kasih...
Matamu biru seperti kristal tembaga sulfat
Bibirmu merah seperti kobalt
Kulitmu kuning langsat seperti tembaga klorida

Rambutmu hitam legam seperti karbon
Gigimu putih seperti kristal gula pasir
Engkau sangat cantik memakai gaun hijau
Bagai warna tembaga asetat

Namun mengapa hari ini wajahmu putih pucat pasi
Seperti putihnya magnesium hidroksida
Raut mukamu mendung seperti gula yang dituangi asam sulfat
Reaksi apa yang ada di wajahmu...

Ternyata hatimu beku
Mungkinkah aku bisa memberimu garam dapur
Agar air cintamu tidak membeku
Engkau menghilang bagai air jeruk yang ditetesi Iodin
Hilang dan tak pernah terlihat...

Puisi di atas adalah puisi yang ada di Diary WPT (yang saya temukan kemarin)
Waktu itu kelas XI SMA dan Kimia memang menjadi pelajaran momok bagi kelas kami.
Gatau deh itu puisi asalnya darimana, kayaknya dari majalah MOP deh kalo ga salah hahaha
Alay banget pokoknya!
Tapi ngangenin!
tulisan di diary WPT
ini dia diary WPT!

Bandung, 11 Februari 2013
Hesti Nuraini

happy nostalgic weekend

No Comments »

Weekend ini benar-benar menjadi nostalgic weekend buat saya. Karena beberapa teman cewek kasmajibebi (keluarga alumni SMA Siji bekas SBI) main ke Bandung :D dan kami main (lebih tepatnya wisata kuliner sih) bareng-bareng dari Jumat sampai Minggu kemarin.

Ada Steffi Meidiana (FK UNS), Tika Hapsari (Psikologi UNS), dan Mahrita a.k.a Riri (Sastra Inggris UI) yang datang di Jumat pagi dari Solo. Dijemput sama Pak Pres Andika, Pak RT Tatang, Bung Yoga Fajar, dan Mas Okky, mereka mendarat di kosan saya. Mereka ini temen-temen sbib tetangganya sebia, tapi karena cewek sbib ga ada yang masuk ITB, sebia-lah yang jadi keluarga satu-satunya di Bandung. Sorenya setelah jalan-jalan ke FO-FO gavl di sepanjang jalan Dago, kami move on ke kosan Liyak (Geodesi ITB) karena kosan saya yang terlalu mungil ga cukup menampung. Malamnya kami berencana main ke Bioskop Kampus buat nonton diskusi Film-nya Recto Verso, bersama Pipol (Fisika ITB). Eits, sebelum itu ternyata ada juga Dyah Inastra (Ilkomp UI) yang nyusul langsung dari Depok buat ikutan main juga. Unfortunately, pas  kita dateng ternyata Bioskop kampusnya udah penuh banget, jadi kita cuma photobooth di depan aja. Ternyata fotonya oke juga semacam di Lookats dulu dan gratis :p
steffi-benny-pipol-tika-liyak-riri-dinda
Setelah itu kami makan malem di sekitaran ITB, rencananya mau main ke Punclut tapi susah nyari 7 motor buat membawa kami ber-7. Pas makan ini kebetulan ada Okky Andika dan Dio juga yang jadi penggembira. Kami ketawa semaleman ngebahas masa-masa SMA terutama pas ngebahas status fesbuk Mas Okky dan Dik ******* hahahaha perut kami sampe sakit kebanyakan ketawa. Udah capek, kamipun pulang ke kosan Liyak di bilangan Cisitu Lama.

Kosan Liyak cukup luas untuk menampung kami ber-7, alhamdulillah pas bangun semua capek rasanya ilang tapi tetap tidak mengurangi hawa dingin Cisitu. Karena masih mager, pagi itu kami Cuma ngobrol-ngobrol di kamar, dan tanpa sengaja membuka buku diary WPT yang kebetulan memang dibawa oleh Liyak. Tiap baca per-kata di tiap halamannya aduh! gakuat banget buat ga ketawa. Masa-masa cupu, bandel, malas, usil, semua terekam disana. Mulai dari kegiatan jam kosong, ngomongin guru yang lagi ngajar, ngomongin temen, curhat tentang pacar, curhat kangen mantan, sampe sedih-sedihan ngomongin nilai karena harus remidiasi hahaha... Disana juga tertulis cita-cita kami mau kuliah dimana dan alhamdulillah semuanya tercapai :’) Setelah itu tanpa sengaja pula Dinda menemukan folder LASKAR SEBIA yang isinya video dokumentasi tugas akhir TIK tentang SEBIA. Terharu banget ngeliatnya :’)

Oke siangnya akhirnya kami move on ke kampus, setelah ngajak temen-temen keliling kampus ITB (yang kecil) kami jalan ke PVJ (abis bingung mau kemana). Puas jalan-jalan window shopping ala cewe, sambil menunggu hujan reda, kami makan di Richeese yang kebetulan ga ada di Solo. Cuma makan aja bisa se-seru itu :3 Banyak banget yang kami obrolin, rasanya pengen nge-stop waktu dan balik ke jaman kami makan bareng di kantin SMA! Malamnya sebenarnya sudah ada rencana jalan-jalan ke Bukit Moko buat ngeliat sunrise namun karena habis hujan makanya kami ga berani, takut jalan licin dan sebagainya. Akhirnya kami nonton acara Closing Olimpiade ITB di kampus. Lumayan rame karena kebetulan himpunan Liyak menang medali emas sepak bola dan himpunan tercinta saya menang Juara Umum + Best Supporter (Selamat HME!). Temen-temen saya yang non-ITB ini lumayan kaget lho liat jargon dan mars-mars himpunan yang dikumandangkan. Di kampus mereka soalnya himpunan ga se-eksis gitu kayak di ITB, dan ga se-strong disini. Yah maklum lah mungkin karena ITB yang mayoritas penghuninya laki-laki. Dan mereka semakin shock pas liat OSD HMT ITB yang saat itu jadi bintang tamu. Mereka bilang “Ya ampun di ITB ada juga yang kayak gini?” atau “Aduh ITB ya ternyata...” hahahaha...  setelah puas ‘goyang’ sama OSD kami pulang lagi ke kosan Liyak~

Besoknya rencana sudah tersusun rapi untuk menghemat waktu soalnya sore-nya mereka udah harus pulang. Pertama kami jalan-jalan ke CFD sekalian ke Kartika Sari beli oleh-oleh, setelah itu ke kampus lagi foto-foto di depan tulisan ‘Institut Teknologi Bandung’ (oke ini sedikit norak tapi gapapa haha) trus lanjut ke Batagor Riri yang khas Bandung Banget itu, letaknya di kawasan Setiabudi, cukup 1x naik angkot Caheum-Ledeng kalo dari ITB. Muahal sih emang, satu batagor/siomay nya dibandrol 8ribu rupiah, tapi jangan tanya rasanya nyammmm... bikin nagih banget! Then kami jalan-jalan lagi ala cewek di Rumah Mode yang rame banget turis. Jujur aja ini pertama kalinya juga saya kesana selama hampir 3tahun di Bandung, dan ternyata harga disana lumayan terjangkau lho kalau dibandingin sama FO terkenal lain. Karena si Batagor cuma ngasih sedikit energi, kami lanjut ke Cafe Madtari untuk mengisi perut. Cafe yang satu ini memang sudah kondang dengan porsi keju-nya yang nggak manusiawi hahaha dan cuma ada di Bandung. Dan kami kejebak hujan badai pas disana, yah maklum lah pas Imlek, banyak hujan banyak rejeki. 

Jam 2, kami nekat nerobos ujan buat balikke kosan Liyak karena Riri sama Dinda udah pesen travel jam4 buat balik ke Depok. Setelah susah payah nelpon taksi (disini ada adegan super lucu yang sudah saya tulis di diary buat diinget-inget hahaha) dan gagal, akhirnya kami ke jalan Dago buat nyari taksi. Akhirnya kami harus mengucapkan selamat tinggal ke Dinda dan Riri, rasanya sesek banget pas ngeliat taksi mereka jalan menjauh hiks :( Setelah itu kami ber-5 sisanya ke kosan saya buat ngambil oleh-oleh. Kami lama banget ngobrol di kamar, ngeliatin deretan foto di dinding kamar saya dan ngebahas gimana kabar temen-temen sekarang. Memori masa lalu ditambah harapan di masa depan adalah kombinasi yang pas untuk menghabisakan waktu. Menjelang maghrib Steffi dan Tika pulang ke kosan Liyak, mereka pulang naik Lodaya ke Solo dianter ke stasiun sama Okky dan Tatang. Sedih banget harus mengakhiri  liburan ini hiks :( Semoga liburan mendatang kami bisa main-main. Semoga walaupun sekarang SBI udah dihapuskan di Indonesia, tapi temen-temen amumni SBI Smansa tetep sukses semua di masa depan. Amin :)



Bandung, 11 Februari 2013
Hesti Nuraini

an unusual day

No Comments »

Hari ini as usual kuliah jam7 di Lab Telematika. As usual juga banyak yang telat (tapi saya on time!) termasuk sahabat Dchee dan Ojanita juga telat. Kuliah jam pertama dan kedua adalah Sistem Komunikasi Optik yang as usual selesainya molor sampe jam9 karena Bapak Dosen SKO yang satu ini mempunyai 'joy of teaching' yang sangat tinggi sampai-sampai lupa waktu kalo ngajar. Kuliah jam ketiga kami move on ke Lab Radar, kali ini adalah mata kuliah Sistem Komunikasi 2. Pak S-unyuw sudah menunggu di dalam kelas dan as usual anak-anak masih banyak yang keluar masuk untuk ngabisin kue dan gorengan atau sekedar alih-alih ke toilet. Tik-tok-tik-tok waktu berjalan dan suasana kelas Siskom ini masih nggak berubah dari semester lalu, sungguh saya terharu dengan ketegaran hati si bapak unyuw :" hiks! Sampai seorang bijak berkata, "Sesungguhnya suasana tersebut tidak akan berubah selama mahasiswa tidak mengubahnya." 

Oke lanjut jam keempat kami move back lagi ke Lab Telematika untuk kuliah Rekayasa Trafik Telekomunikasi. Dan seperti yang telah dijanjikan, hari ini kuis! Tapi as usual, telmat will always be telmat! Si bapak bilang, "Oke kita kuis, kalian boleh kerjasama, asal jangan ribut-ribut. Saya tinggal dulu!" Hula-hulaaaaaaaa.......... ‎​\(´▽`)/‎​​ And as usual again anak ET emang paling kompak masalah beginian, beberapa menit kuis beres dan Insyaallah semua jawaban benar! Amin. Pulangnya as usual, Cupis and fans friends makan di tempat nongkrong gavl favorit kita, Bengkokfitaaa~ Usai makan, sahabat Dchee Ojanita Danangita Ericsimbolon dan Danna oppa harus kuliah Ekrev yang terdengar gavl itu. Saya dan Anagalih kemudian ke TU untuk ngurus beberapa keperluan dan dilanjutkan ngobrol ngobril di lantai2 labtek sebelah itu, tapi kemudian Putunyu yang luntang-luntung as usual menyusul kami. Cerita sana sini sampai akhirnya yang kuliah Ekrev beres. Lah dari tadi as usual mulu, mana unusual-nya???

Nah, sampai sini kegiatan saya udah ga berjalan as usual lagi. Putunyu dan Danangita pulang, Anagalih ada janji sama temennya, tinggallah saya yang gamau pulang karena nanti ada rencana buat nengokin sahabat Argy yang lagi sakit. Danangita udah jenguk kemarin, sedangkan Putunyu I think I know kenapa dia ga ikut. Akhirnya saya nyusul sahabat Frey dan Oyen yang lagi makan di Barack. Btw, masih ketawa gulung-gulung kalo inget ada seorang oknum yang gamau disebut namanya yang udah hampir 3 tahun kuliah di ITB tapi gatau Barack itu apa dan dimana wkwkkwkwk :p

Di Barack ternyata ga cuma ada sahabat Frey dan Oyen, ada pula beberapa STEI unnies lain disana. Alhasil ngobrol-lah kami ciwi-ciwi ini kesana kemari, mulai dari ngomongin cowo-cowo jurusan XYZ yang masih sefakultas sama kami yang kebetulan lagi makan di sebelah kita dan bergaya agak al*y (menurut kami), ngomongin perjuangan di universitas tetangga yang katanya gampang banget dapet IP kumlot, ngomongin dulu perjuangan masuk STEI, ngomongin cowo-cowo STEI jaman dulu, hingga ngomongin kebaikan dan kekerenan cowo-cowo jurusan sendiri sampai saya yang dijodoh-jodohin sama doi1 kiw kiw :3 Amin! hahaha... Jadi kangen deh girls-talk sama cewe-cewe STEI gini asa udah lama banget, kebanyakan main sama cupis sih hu! hahahaha...

Setengah dua siang, kami move on ke depan sesuai janji untuk jengukin sahabat Argy. Tapi sahabat Mbe yang ditunggu tak kunjung datang karena katanya masih ada urusan, oke kami akhirnya lanjut cerita-cerita lagi di depan KKP, kali ini ada sahabat Thariq dan Herdito juga ikutan gabung. Kami ngobrol lagi kesana kemari banyaaaaaaaaaak banget! Becandaan khas anak ET gitu lah dan sampai fakta-fakta kecil yang ternyata kami belum saling tahu satu sama lain, contohnya sahabat Herdito yang ternyata udah fix fast track atau sahabat Frey yang pernah pacaran hampir 8 tahun tapi akhirnya putus juga. WOW! Finally sahabat Mbe a.k.a Rahadian dateng dan kita langsung capcus ke RS Advent. Di dalam mobil ternyata isinya orang penting semua lho, mulai dari Ketua MBWG, Wakahim  HME, Mentri Luar Negri HME, petinggi-petinggi LSS, petinggi ISO, dan tak lupa Kepala Kominfo Wika yang unyuw :3

Perjalanan ke arah Cihampelas lumayan diselingi berbagai becandaan ini itu, sampai tiba di kamar inap Argy pun tawa canda selalu terlontar dari kami. Mulai dari sahabat Oyen Frey Ay Mbe Aryo Thariq Herdito Acong Ojanita Faras Eric dan Danna oppa semuanya tawa tiwi heboh buat menghibur Argy yang trombositnya masih 9000 ceunah. Ruangan VIP itupun penuh dengan keriuhan kami, mulai dari ngomentarin acara TV, ngomentarin nama dokternya Argy, ngomentarin suster yang garis keras menurut Eric, sampai makan bagelan keju super enak yang dikasih mama Argy hahahaha... Dan tau-tau udah hampir jam 5 sore aja. Sebelum pulang kami kumpul dulu mengelilingi Argy buat doa bersama untuk kesembuhannya dan malah ditutup dengan salam Himatel~ hahaha unyuw banget lah itu tadi, cepet sembuh yaaa Argy Cakahim terhebat kami :D

Perjalanan pulang disambut hujan, obrolan kembali ngalor ngidul, utamanya sih tadi ngomongin tempat-tempat makan, kayaknya lagi pada kelaperan deh haha. Dan diakhiri nyanyi bareng 'Bila rasaku ini rasamu' yang lagi diputer di radio hahahaha... Sampai akhirnya saya sampai dianter ke depan gang kosan dengan selamat, duh sahabat Mbe ini emang baiknya super!

Walaupun kayaknya biasa-biasa aja, tapi nggak tau kenapa saya ngerasa hari ini itu unusual banget, tapi seneng luar biasa :D Semoga sukses selalu semua Sahabat Telkom 2010. Hope we'll always have great days in togetherness !!!



Bandung, 06 Februari 2013
Hesti Nuraini

Kuis Perdana ANTENA

No Comments »

ANTENA. Mata kuliah yang sudah saya tunggu dan mungkin juga temen-temen Teknik Telekomunikasi ITB lain di segala jaman. Ya, mata kuliah ini  memang udah terkenal jadi momoknya jurusan saya. Kalo semester yang lalu ada mata kuliah Medan Elektromagnetik I dan Medan Elektromagnetik 2, denger-denger si ANTENA ini kalo ditaksir levelnya ya setara Medan Elektromagnetik 6 atau 7 lah hahaha... 

Jadi hari ini kuis perdana ANTENA untuk ET2010 and friends. Dalam waktu 50 menit kami harus mengerjakan 6 soal isian singkat, 3 'teori dasar' dan 3 hitungan 'sederhana' dan puffff! 50 menit melesat bak roket. Lembar jawab dikumpulkan dan langsung dikoreksi oleh teman sendiri. Oke agak aneh memang metode ini, kayak anak SD aja -,- tapi yasudahlah terima saja. Walhasil terdengar banyak suara aaaaahhhh~ saat nyocokin jawaban, kebanyakan salah! Cukup seru sih jadinya pas nyocokin, banyak tawa tiwi sana sini nyari celah biar jawaban bisa dapet poin maksimal hahaha... Si doi1 aja cuma dapet nilai 4 skala 10 jadi ya bisa diterka-terka lah ya bagaimana nilai yang lain. Kami pun keluar kelas dengan sedikit muram, yang sisa tinggallah penyesalan.

Namun dunia tak berhenti berputar kawan! Ini baru yang pertama, materinya baru 20-an halaman dari lebih dari 900 halaman buku-super-dewa-antena. Perjalanan masih panjang, masih ada 6 kuis lagi hahaha... Ayo semangat Kuis ANTENA jilid 2 di dua minggu mendatang !!!

bukunya warna ungu :3

Semester ini sudah saatnya saya mengakhiri mimpi dan menghidupkannya kembali dalam wujud nyata. Sudah saatnya untuk sadar dan ngga main-main lagi. Moga doa ini dibaca Tuhan. Amiin.” kata-kata Pipit Uky Vivitasari yang ikut saya amin-i banget :)


Bandung, 05 Februari 2013
Hesti Nuraini

maya yang terlalu nyata (2)

No Comments »

lalu,
apa salahnya menjadi maya jika dan hanya jika kita bisa menjadi bahagia?
 ...


*bersambung*


Bandung, 03 Februari 2013
Hesti Nuraini

maya yang terlalu nyata

No Comments »

saat ini tiba-tiba kepalaku pening
jantungku berdegup hebat
anganku menerawang
mengingat besok adalah hari penentuan
karena aku telah dengan bodohnya melewatkan begitu saja beberapa kesempatan yang telah lalu
kesempatan yang aku baru sadar mungkin tak akan datang untuk keempat kalinya
ya, seingatku ini yang ketiga...
seolah ada kupu-kupu yang sedang beterbangan di perutku
hey... apakah kamu merasakan hal yang sama?
ketakutan yang sama?
ketakutan bahwa kita berdua hanyalah maya
ohhh... aku harap tidak
karena kupikir... kita terlalu nyata untuk menjadi maya!


Bandung, 02 Februari 2013
Hesti Nuraini

tentang piano dan seekor macan besar

No Comments »

aku hanya seorang anak kecil
berambut panjang
dikepang dua
berpita merah
duduk disini dengan rok merahku...
aku hanyalah seorang anak kecil
yang suka musik
yang suka bernyanyi
sekarang aku sangat ingin bermain musik
tak hanya mendengar
tak hanya berdendang
aku ingin bisa menghasilkan nadanya
mencipta melodinya
merasa iramanya
aku ingin bisa bermain piano...
memainkan tuts tuts di hadapanku ini
aku ingin
aku ingin
aku ingin bisa...

namun tiba-tiba...
seekor harimau besar datang
menyeruak tepat di hadapanku
di atas pianoku
meraum keras-keras beberapa centimeter dari ujung hidungku
aku takut!
ia terus meraum
tapi tak bergeming dari tempatnya
aku takut!
aku menutup mata
tapi ia tak menerkamku
aku takut!
namun mulai bertanya-tanya...


aku menekan keras-keras beberapa tuts dengan kesepuluh jariku sekaligus
kemudian ia terdiam
aku menerka-nerka...
apa gerangan yang ada di pikirannya
aku melihat matanya
kulihat bayangan kecilku ada disana...

aku menekan nada do-re-mi perlahan secara berurutan
dia menyeringai
bibirnya melengkung ke atas
semacam membentuk senyuman kupikir...
aku melanjutkan menekan nada fa-sol-la perlahan
kali ini sembari tersenyum...
ia mundur selangkah
kali ini raumannya memelan
aku kembali menerka
mungkin ia suka musik...
atau mungkin...
ia hanya ingin bernyanyi bersamaku...


Bandung, 01 Februari 2013
Hesti Nuraini

sepotong mimpi di musim gugur

No Comments »

diterpa angin sepanjang tahun
rintihan hujan menerpa wajah
dari timur pancaran sang raja kehidupan
silaunya mencabik mata
panasnya merangsang peluh
ingin sekali ia beranjak
melangkah dengan tegak
bak penguasa hutan yang menyeruak dari sarangnya
ingin sekali ia lari
lari dan terus berlari
ke segala penjuru mata angin
kemanapun akan ia tempuh
asal tak lagi disana!
angannya beterbangan
liar membelah langit
tinggi menembus awan
angan jadi harap
harap jadi mimpi
mimpi tinggalah mimpi
mimpi sebatang pohon akasia di musim gugur...



Bandung, 01 Februari 2013
Hesti Nuraini