Showing posts with label tips. Show all posts

Mencoba Spotify yang baru masuk ke Indonesia #WaktunyaSpotify

No Comments »

Minggu ini aplikasi streaming musik ini baru saja di luncurkan di Indonesia. Spotify adalah layananan streaming musik yang berasal dari Swedia dan sudah berdiri sejak 9 tahun lalu. Dengan Spotify, kamu dapat menikmati konten musik secara streaming ataupun unduh langsung untuk didengarkan dalam mode offline. Tak mau ketinggalan hal yang sedang hype ini, saya pun turut mencobanya. Pertama pergi ke website nya https://www.spotify.com/id/ untuk mendownload. Tentu saja saya memilih versi yang free. Oiya saya juga lebih prefer download versi pc-nya daripada android app, karena mostly saya dengerin musik via pc di kantor. Berikut ini tahapan-tahapannya :

go to the website and choose spotify free
manfaatkan fitur daftar dengan facebook daripada ribet isi data lagi
download apk-nya dan install di pc kamu
tampilan home spotify
bingung dengerin apa? buka menu playlist: today's top hitz
or simply open the global top chart
bahkan ada playlist boyband jadul :")
Oiya, kamu juga bisa menghubungkan app ini dengan akun facebook kamu untuk tahu lagu apa yang sedang temen kamu dengarkan. Selamat mendengarkan! #WaktunyaSpotify


Bandung, 31 Maret 2016
Hesti Nuraini

Promo Online Shopping di Blanja.com dengan T-Cash Payment

No Comments »

Tak biasanya memang saya bacain sms dari Telkomsel, tapi entah ada angin apa di hari itu saya baca salah satu sms yang masuk yang dibilang sedang ada diskon di blanja.com dengan T-Cash. Saya iseng aja buka ya barangkali ada barang yang oke.



Ternyata benar dan ada barang yang cucok, jadinya saya langsung klik pada barang yang diinginkan next next next sampai tahap pembayaran. Bener-bener dapet diskon 83% kalau pakai pembayaran T-Cash. Setelah memilih pembayaran via T-Cash, langsung muncul sms konfirmasi berisi transaksi dan sms OTP token yang harus dimasukkan untuk payment. Kita tinggal ikuti saja petunjuknya, sangat mudah dan ga ribet kok.





Yeay.. setelah transaksi berhasil muncul konfirmasi di halaman blanja.com dan juga dikirimkan via email. Pokoknya simple, mudah, dan memuaskan lah karena diskonnya beneran murah. 




history transaksi di app T-Wallet T-Cash

Jadi sekarang kalo ada sms dari Telkomsel tentang promo T-Cash saya perhatiin bener deh siapa tau bisa dapet barang bagus dengan harga oke :D

Oiya, biar memudahkan kita cek-cek saldo ataupun promo T-Cash bisa download aplikasi T-Wallet. sip!


Bandung, 30 Maret 2016
Hesti Nuraini

Tips n Trik Goreng Nugget pakai Magic Com

8 Comments »

Kembali ngekos (di Bandung) artinya kembali berkutat dengan magic com! hahaha... Akhirnya beberapa hari lalu saya berhasil melakukan eksperimen baru untuk melakukan enhanchment pada magic com saya, yaitu digunakan untuk menggoreng. Objek gorengan yang saya pilih jatuh kepada nugget organik buatan temennya-temen saya. Ya sekalian nyobain gimana rasanya nugget kerang.

Magic com sebenarnya memang ditujukan untuk menanak nasi bukan untuk menggoreng. Maka dari itu diperlukan sedikit treatment khusus untuk bisa digunakan untuk menggoreng.

  1. Tuangkan minyak secukupnya. Jangan terlalu banyak karena untuk memanaskan minyaknya perlu waktu yang cukup lama. Pokoknya sampai kira-kira bahan makanan yang digoreng tenggelam dalam minyak supaya benar-benar matang sempurna. Nah tips-nya adalah dengan memotong kecil-kecil makanannya supaya lebih hemat minyak dan lebih cepat proses menggorengnya. 
  2. Tekan tombol "cook" dan tutup magic com. Tunggu hingga minyak panas. Boleh sesekali tutup dibuka untuk memastikan minyak sudah panas atau belum. Proses memanaskan minyak kira-kira 20menit, bisa lebih lama tergantung jumlah minyak. tanda minyak sudah panas adalah muncul gelembung-gelembung kecil di dinding magic com.
  3. Masukkan bahan makanan yang akan digoreng (nugget). Tunggu sampai kuning keemasan seperti proses menggoreng biasa. Balik nugget supaya matangnya merata dan tidak lengket di magic com. Proses menggoreng ini cuma 5-10 menit, tergantung jenis bahan makanan dan ukurannya juga. 
  4. Ketika proses menggoreng, kadang magic com berubah mode jadi "warm"hal ini dikarenakan dia sudah mencapai titik panas maksimumnya. Trik-nya adalah dengan membiarkannya sejenak lalu tekan tombol "cook" lagi sampai bisa. Pokoknya sebisa mungkin semua proses dilakukan dalam mode "cook" supaya minyak selalu panas.
  5. Ketika makanan sudah matang, angkat dan tiriskan. Kalau masih ada yang mau digoreng tinggal diulang prosesnya dari nomor 3 dst sampai selesai. Kalau sudah, jangan lupa cabut steker magic com nya ya!


Tinggal dinikmati dengan nasi hangat :D
Nah kalau mau dimakan dengan nasi, lebih baik menggoreng lauknya dulu baru magic com dipakai untuk menanak nasi setelahnya, jadi nasinya tetap hangat nanti. Tapi jangan lupa cuci bersih dulu ya setelah digunakan untuk menggoreng.

Selamat bereksperimen dengan magic com -mu!


Bandung, 18 Februari 2016
Hesti Nuraini

Beli lagu OST. AADC2 "Ratusan Purnama" - Melly Goeslow dari LINE (supported by LangitMusik Telkomsel)

No Comments »

Siapa remaja di Indonesia yang tak tahu film Ada Apa dengan Cinta alias AADC. Film yang sangat booming di tahun 2000an ini menjadi perhatian banyak orang karena menjadi salah satu pelopor bangkitnya industri perfilman Indonesia. Dengan cerita yang ringan dan menghibur, disertai ending yang lumayan "menggantung" karena tokoh utamanya yang pergi, maka tak heran banyak yang bertanya-tanya bagaimana kelanjutan kisah ini.

Di akhir tahun 2014 lalu sempat beredar potongan lanjutan kisah AADC yang ditayangkan melalui salah satu aplikasi messaging yang sedang hitz, yaitu LINE yang saat itu sedang mempromosikan salah satu fitur terbarunya: LINE ALUMNI. Mini video yang berkedok iklan itu menceritakan bagaimana Cinta dan Rangga kembali dipertemukan berkat LINE. 

Kisah dari iklan tersebut tak pelak menjadi bahan pembicaraan banyak orang terutama yang memang menantikan bagaimana kelanjutan kisah Rangga dan Cinta. Menanggapi kehebohan tersebut, tak lama kemudian Mira Lesmana selaku produser AADC mengumumkan bahwa oke AADC2 akan dibuat!

Dan akhirnya pada awal tahun 2016, AADC2 selesai diproduksi. Melly Goeslaw masih dipercaya untuk menggarap OST-nya. Dimulai dengan melakukan audisi untuk penyanyi lelaki yang akan berduet dengannya, akhirnya terpilihlah Marthino Lio sebagai partner duet Melly yang kemudian diketahui membawakan lagu berjudul Ratusan Purnama.

Kembali LINE berperan dalam film AADC ini. Di channel AADC2 yang memang sudah ada di LINE sejak akhir tahun 2015, tim AADC2 selalu memberikan update mengenai proses penggarapan film tersebut, hingga kemudian pada suatu hari muncullah post ini:

Penasaran seperti apa lagu OST dari film yang ditunggu-tunggu ini, saya langsung klik aja gambar tersebut, dan muncul halaman ini:
Tinggal masukkan nomor HP kita di kolom pertama, lalu akses ke*323# dan beberapa saat kemudian datang SMS yang menunjukkan nomor token yang harus kita input ke kolom kedua. Tak lama kemudian datanglah SMS yang memberikan link download lagu tersebut. 
Klick the link, and... voila! You get the song!


IMHO lagu ini sweet banget. Menceritakan gimana dua orang yang sudah terpisah setelah ratusan purnama (100 bulan = 8.33tahun, kalau aslinya dari AADC 1 ke 2 ini 14 tahun lamanya) akhirnya ketemu lagi dan ternyata penantian belasan tahun itu worth it kalau akhirnya bisa ketemu lagi.

So, that was my experience buying a song from LINE which is supported by LagitMusik Telkomsel. Sangat mudah, murah, cepat, dan tentunya HALAL! Oiya harga lagu ini cuma 3300 rupiah saja, murah banget kan untuk ukuran original song. Yang kayak beginian tu harus kita lestarikan bersama-sama buat menghargai musisi-musisi yang sudah berkarnya. Hal kecil yang bisa kita lakukan untuk memajukan bangsa ini salah satunya ya dengan stop download lagu (dan nonton film) bajakan.

Can't wait to watch the movie on April. See ya!


Bandung, 17 Februari 2016
Hesti Nuraini

Telkomsel Wifi - Flashzone Seamless

No Comments »

Sekarang ini disebut-sebut sebagai era digital. Segala aktivitas dilakukan secara online, sehingga manusia selalu membutuhkan untuk terkoneksi ke internet. Tak heran jika hal yang paling dicari manusia sekarang ini dimanapun sedang berada adalah: WIFI.
Seringkali wifi yang terdapat di tempat umum seperti mall atau cafe adalah gratis, beberapa sering dilengkapi dengan password supaya hanya pengunjung tenant tersebut saja yang dapat menikmati akses internet gratis tersebut. Nah, kalau kalian ingin mendapatkan koneksi wifi seamless (otomatis terkoneksi, tanpa perlu username&password) dimanapun berada, aplikasi Telkomsel yang satu ini adalah jawabannya!

Telkomsel Wifi Flashzone-Seamless adalah layanan wifi dari Telkomsel yang memudahkan pelanggan untuk terkoneksi dengan mudah dan seamless saat berada di jaringan flashzone-seamless. Wifi flashzone-seamless memanfaatkan jaringan Wifi.Id Telkom sebagai jaringan seluler tambahan untuk mendukung layanan data. Tujuan dari Wifi Offload Telkomsel adalah untuk memberikan pengalamanan ber-internetan dengan kecepatan dan kestabilan tinggi dan lebih nyaman bagi pelanggan paket data Telkomsel. Dengan teknologi ini kita dapat menikmati kenyamanan akses Wifi secara otomatis tanpa username dan password di jaringan Wifi Flashzone-Seamless.

Pertama, download aplikasinya: Telkomsel Wifi, yang dapat dengan mudah ditemukan di Playstore dengan menggunakan keyword Telkomsel. Setelah didownload kemuadian install aplikasinya di HP.




Setelah terinstal,maka selanjutnya lakukan verifikasi nomor HP (Telkomsel) supanya otomatis terkoneksi saat kita berada dalam area Wifi Flashzone Telkomsel.
Kemudian setelah terverifikasi, kita akan selalu otomatis terkoneksi dengan Telkomsel Wifi.


Mudah sekali bukan caranya? Aplikasi ini sangat amat menguntungkan kita, terutama pengguna Kartu Halo dari Telkomsel, karena layanan ini GRATIS! Sedangkan untuk kartu Telkomsel lainnya tetap akan mengurangi kuota paket data.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat disini http://www.telkomsel.com/flashzone-seamless


Jakarta, 4 Agustus 2015
Hesti Nuraini

Kiat Sukses LDR (3)

No Comments »

Kiat selanjutnya supaya sukses LDR adalah : Buat rencana liburan bersama!
Yang satu ini bukan hanya akan membuat LDR kita sukses tapi juga akan membuat bahagia. Pertama-tama lihat jadwal terlebih dahulu kira-kira kapan waktu libur kuliah atau cuti kerja, estimasikan berapa lama waktunya. Kemudian rencanakan tempat apa saja yang ingin dikunjungi atau list daftar makanan yang ingin dimakan. Setidaknya waktu tidak akan terasa berlalu begitu saja saat kita membahas rencana-rencana tersebut. Hari-hari juga akan terasa lebih greget dan menyenangkan jika ada yang ditunggu kehadirannya (liburan bersama).



*Kiat keempat dan selanjutnya akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.

Kiat-kiat sukses LDR :
3. Rencana Liburan


Solo, 24 Maret 2015
Hesti Nuraini

Kiat Sukses LDR (2)

No Comments »

Jika sudah memiliki keyakinan dan menjalankan kunci pertama, maka kiat selanjutnya untuk dapat sukses menjalani LDR adalah: Menjaga komunikasi! Minimal satu hari memberi kabar dua kali, setidaknya ketika bangun dan akan tidur. Jika LDR karena kuliah pasti seharian disibukkan dengan pelajaran maupun kegiatan kampus lainnya, jika LDR karena kerja pasti akan semakin berat karena kesibukan di dunia kerja sering tak terduga. Akan lebih baik jika disempatkan menanyakan/memberi kabar saat istirahat makan siang. Lebih baik lagi jika yang muslim saling mengingatkan untuk menjalankan ibadah 5x di awal waktu.

Yaa komunikasi memang menjadi hal yang paling sulit untuk dijaga saat sedang berjauhan. Disinilah pentingnya pemanfaatan teknologi telekomunikasi. Misalnya menggunakan video call supaya bisa saling bertatap muka (secara virtual), saling mengirim foto kegiatan sehari-hari (baca: saling bertukar selfie) melalui social media atau instant messenger, atau minimal gunakan aplikasi chatting yang bisa mengirim stiker-stiker lucu. Poin terakhir tersebut lumayan ampuh untuk mereda kegelisahan jika sedang tidak ada topik atau tidak ada gairah untuk membicarakan sesuatu, saling bertukar stiker setidaknya mampu memecah keheningan jika stikernya lucu dan menggemaskan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa 2 poin terpenting dalam menjalani LDR adalah: keyakinan dan komunikasi.



*Kiat ketiga dan selanjutnya akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.


Solo, 24 Maret 2015
Hesti Nuraini

Pengalaman Tes PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM)

157 Comments »

Rumah saya di Solo hanya berjarak kurang dari 1km dari kantor pusat Telkom Solo. Sejak masuk ke Program Studi Teknik Telekomunikasi di tahun 2011, saya selalu berangan-angan alangkah enaknya jika kelak bisa kerja di Telkom situ. Yah, namanya juga angan-angan.
pict taken from http://www.telkom.co.id/
Singkat cerita, di suatu siang yang terik di awal bulan Oktober 2014. Saya bersama rekan saya yang saat itu memang belum mendapat pekerjaan setelah hampir 3bulan wisuda, datang ke jobfair yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom (Telkom University) di Landmark Braga. Stand terbesar dan terdepan saat itu tentu saja milik PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Okey langsung saja, jadi beginilah tahapan Tes di Telkom:

1.Mengambil nomor referal saat jobfair
Dengan menuliskan identitas diri di booth Telkom, kita akan diberikan sebuah kode (nomor referal) yang nantinya digunakan pada saat registrasi online. Satu orang yang mengantri hanya bisa mengambil satu nomor, jadi tidak bisa nitip temen ya, dan oleh karenanya antrian disana cukup panjang. Oiya, kita juga dapat kesempatan mengambil doorprize juga jika memakai nomor Telkomsel di HP kita.

2. Registrasi online di http://rekrutmen.telkom.co.id/
Pendaftaran online bisa dilakukan dengan memasukkan nomor referal yang telah kita miliki. Registrasi ini juga memiliki periode waktu tertentu, biasanya hanya sampai 1 hari setelah jobfair selesai. Saat itu saya baru melakukan registrasi di hari terakhir, untungnya belum terlambat. Setelah masuk ke akun yang telah dibuat di web, maka kita harus melengkapi data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan dokumen-dokumen yang harus diupload seperti ijazah, transkrip, KTP, dan sertifikat TOEFL. Setelah semua data lengkap maka memilih posisi yang ingin dilamar. Saat itu ada beberapa lowongan untuk beberapa perusahaan di Telkom Group, kita bisa memilih maksimal 3 posisi. Namun tentu saja untuk pilihan pertama dipilih Managemen Trainee PT. Telekomunikasi Indonesia.  Jika aplikasi sudah masuk maka kita akan mendapatkan email konfirmasi. Setelah itu tinggal menunggu proses seleksi administrasi dan berdoa supaya segera memperoleh undangan untuk tes selanjutnya.

3. Aptitude Tes
Waktu itu saya baru memperoleh undangan tes pertama sekitar hampir 1 bulan setelah melakukan registrasi di web. Tes pertama ini dilaksanakan di kawasan Telkom Corporate University (TCU) di daerah Geger Kalong, Bandung. Aptitude tes ini semacam psikote yang cukup sederhana. Ada kemampuan verbal dan numerikal kalau tidak salah. Waktunya juga Cuma sebentar, hanya 2jam. Hasil tes akan diumumkan hari itu juga. Kebetulan saat itu saya dapat jadwal tes sore jadi tidak terlalu lama menunggu pengumuman malam harinya. Sekitar pukul 8malam hasil tes keluar, Alhamdulillah lolos dan langsung harus mengikuti psikotes lengkap esok harinya.

4. Psikotes
Keesokan harinya dilaksanan Psikotes lengkap selama hampir 5jam. Jadi saran saya istirahat yang cukup malam harinya supaya bisa mengerjakan psikotes dengan segar. Saat psikotes ini kita akan diminta mengisi data lengkap riwayat hidup, dan juga mengumpulkan berkas seperti legalisir ijazah dan transkrip.

5. TOEFL Test
Kira-kira 3minggu sejak psikotes, baru keluar pengumuman peserta yang lolos untuk tahapan tes selanjutnya yaitu TOEFL dan FGD. Tahapan tes tersebut dilaksanakan secara 3hari, kebetulan saya mendapat jadwal di satu hari yang sama, jadi pagi TOEFL siang FGD. Namun ada juga yang dapat jadwal di hari yang berbeda. Okay, karena tes baru akan dilaksanakan satu minggu kemudian, jadi ada waktu untuk belajar TOEFL dulu.  Tes TOEFL yang diberikan adalah TOEFL ITP seperti yang diselenggarakan di Pusat Bahasa ITB. Karena saya pernah mengikuti tes tersebut jadi sudah ada gambaran seperti apa soalnya. Saya juga belajar dari aplikasi TOEFL Test yang saya peroleh dari EEP Bandung saat kursus dulu. Walaupun sudah belajar beberapa hari ternyata soalnya tetap sulit huhuhu apalagi bagian listeningnya. Jika sudah merasa failed saat listening seperti saya, maka harus bisa maksimal dapat puin di bagian structure dan reading.

6. Diskusi Kelompok / Focus Group Discussion (FGD)
Siangnya dilaksanakan FGD di ruang yang berbeda meski masih dalam lingkungan TCU. Kami dibagi dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 7-8 orang. Saya dapat giliran pertama saat itu, bersama 7 peserta lain dalam kelompok. Di dalam ruangan sudah ada 2 penilai, kami lalu diberikan sebuah topik untuk didiskusikan dan dicari solusinya. Kami mendapat kasus mengenai pegawai yang terlalu dominan dalam menyelesaikan tugas sehingga tidak percaya kepada rekannya untuk berbagi tugas. Kelompok lain ada yang mendapat topik tentang cara mengatasi pegawai yang malas, yang suka MLM, dll. Intinya adalah bagaimana kita dalam kelompok harus menghadapi masalah yang tak jarang terjadi di dunia kerja. Yang harus diperhatikan saat FGD adalah jangan terlalu dominan dalam kelompok namun jangan pasif dan diam saja, yang penting selalu fokus dan memperhatikan setiap pendapat teman lain, sehingga kita dapat memberi alternatif solusi yang baik.

7. Wawancara
Di akhir tahun baru ada pengumuman untuk tes tahap terakhir. Tes-nya sendiri baru akan dilaksanakan di awal tahun 2015. Saya mendapat jadwal wawancara terlebih dahulu. Sebelum wawancara ada semacam tes kompetensi berdasarkan bidang masing-masing peserta. Saya yang masuk bidang Teknik Elektro (Telekomunikasi) mendapat 4 buah soal yaitu mengenai tugas akhir (skripsi) yang dikerjakan saat kuliah, mata kuliah yang paling dikuasai, bisnis telkom dan hubungannya dengan jurusan yang kita pelajari (kontribusi apa yang dapat diberikan), dan yang terakhir soal teknis mengenai IPTV. Setelah selesai tes tertulis, kami diminta menandatangani surat perjanjian kontrak mengenai ketentuan apabila nantinya lulus tes dan diterima sebagai pegawai. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan antara lain mengenai masa ikatan dinas dan denda apabila mengundurkan diri sebelum masa ikatan dinas berakhir. Sesi wawancara pun akhirnya dimulai. Lagi-lagi saya mendapat giliran pertama, ga sempet deg-deg-an deh. Tapi ya gitu ga karuan rasanya pas masuk ruang wawancara. Tapi alhamdulillah wawancara berlangsung santai. Ada 2 pewawancara dari HRD dan user. Pertanyaannya juga dua macam yaitu mengenai kehidupan pribadi dan teknis mengenai telekomunikasi yang ditanyakan secara bergantian. Tips? Saat menjawab pertanyaan tentang kehidupan pribadi, jawab saja jujur apa-adanya tanpa dibuat-buat supaya wawancara mengalir begitu saja. Saat menjawab pertanyaan teknis dari user, kita harus benar-benar menguasai tugas akhir kuliah kita, dan juga pelajari tentang bisnis yang sedang dikembangkan oleh Telkom. Wawancara berlangsung selama hampir dari satu jam, dan waktu tidak akan terasa jika kita menikmatinya.

8. Medical Check-Up
Besoknya saya mendapat jadwal untuk medcek di Telkom dekat Gasibu. Tes kesehatan ini meliputi pemeriksaan urin, darah, rontgen, jantung, audiovisual, dan konsul dokter. Jika kita pandai-pandai dalam memilih giliran pemeriksaan, maka dalam 3jam tes kesehatan akan selesai. Tes kesehatan ini sekaligus mengakhiri serangkaian tes seleksi PT.Telkom.
email notifikasi dari tahap ke tahap :)
Sejak tes terakhir, saya selalu dag-dig-dug nunggu pengumuman. Tiap kali lewat di depan kantor Telkom dekat rumah saya pasti selalu berdoa supaya kelak bisa kerja disitu. Setelah penantian yang begitu lama (sekitar 2 bulan) akhirnya pada tanggal 20 Februari 2015 pengumuman itu datang juga. Dan Alhamdulillah saya (dan teman-teman ET ITB 2010 yang mendaftar) lulus dan diterima di Telkom. Pengumumannya lumayan mengejutkan karena email baru dikirim sekitar pukul 8 malam di Hari Jumat.  
Pengumuman Kelulusan. Lihat no.32!
Yah pokoknya syukur tiada terkira deh J Sekarang tinggal tunggu jadwal untuk pertemuan pertama. Huhuhuhu Semangat Sahabat Telkom!!!


Update: 
Cerita tentang masa orientasi ada di Kerja di Telkom (part 0) : Masa Orientasi Sarjana (OS 1) 2015
Cerita tentang masa OJT ada di Kerja di Telkom (part 1) : OJT di Jakarta Barat

Solo, 1 Maret 2015
Hesti Nuraini

Orientasi CPNS Kementrian Perdagangan 2014

2 Comments »

Setelah melakukan pemberkasan, satu bulan kemudian...








Pengalaman Tes CPNS Kementrian Perdagangan

14 Comments »

Seperti yang sudah saya ceritakan disini dan disini bahwa saya mengikuti Tes CPNS Kementrian Perdagangan 2014, kali ini saya akan ya menuliskan tentang pengalaman saya saat menjalani tesnya. Mulai dari TKD hingga alhamdulillah saya dinyatakan lulus.

1. Tes Kompetensi Dasar (TKD)
TKD dilaksanakan di kantor pusat Kemendag Jakarta. Saat itu saya masih stay di Bandung, jadi saya nginep di rumah saudara saya. TKD terdiri dari 100 soal random yang saya jawab sebisa saya dengan bermodalkan belajar dari buku kiat sukses yang saya beli di Togamas selama 3hari sebelumnya. Nilai TKD yang kita peroleh langsung keluar setelah tes. Kalau tidak salah saat itu saya mendapat nilai TWK=90, TIU=140, dan TKP=156, jadi total nilai TKD=386. Sekitar satu bulan berikutnya baru keluar pengumuman bahwa saya alhamdulillah lulus TKD.
Lulus TKD

2. Tes Kemampuan Bidang (TKB) Psikotes
Berbeda dengan TKD, TKB yang berupa Psikotes ini dilaksanakan di  Pusdiklat Kemendag yang terletak di Depok (Sawangan). Dan kebetulan saat bulan November itu saya udah stay di Depok (Margonda), ya walaupun dari Margonda ke Sawangan itu cukup jauh (naik angkot 3x) tapi ya lumayan lah dipermudah daripada kalo dari Bandung apalagi dari Solo. Psikotes saat itu lumayan sulit menurut saya, tes-nya tidak seperti psikotes-psikotes yang lain (Pertamina, BRI, Telkom, dll) soal-soalnya beda dan cukup rumit, tapi alhamdulilah juga saya lulus juga tahap ini hehehe...
Lulus TKB

3. Tes Kemampuan Bidang (TKB) Wawancara
Wawancara ini diadakan di Jakarta di kantor pusat. Sebelum wawancara ada semacam tes tertulis gitu yang terdiri dari 3soal yaitu mengenai posisi yang kita pilih, pengetahuan tentang kemendag, dan hubungan antara pendidikan/pengalaman yang kita miliki dengan posisi yang kita pilih. Oke tahap terakhir! Wawancara!Sebelumnya saya sempet nanya dan gugling sana sini katanya wawancara hanya akan ditanya tentang kuliah, keluarga, kepribadian, dan paing abnter tentang tugas akhir/skripsi. Tapi ternyata saya bener-bener ditanya tentang teknis posisi yang saya pilih, mulai dari jobdesk, metode penalaran, metode pengambilan keputusan, hingga studi kasus. Lah saya yang anak teknik ini mana ngerti tentang teori managemen perencanaan, tapi untungnya banyak pertanyaan yang bisa saya jawab berasarkan pengalaman saya di organisasi dan kepanitiaan. Dan semua jawaban yang kita ucapkan itu dicatat oleh pewawancara loh. Bener-bener uji kompetensi ini. Super thanks to Kontes Robot Nasional 2012 yang selalu saya jadikan contoh studi kasus dalam menjawab pertanyaan huhuhu...

Pengumuman akhir yang katanya akhir tahun ternyata molor sampai tahun baru 2015 (maklum lah libur panjang) dan taraaaaaaa....... Doa orang tua saya terkabul!
LULUS CPNS

Seluruh pengumuman seleksi CPNS Kementrian Perdagangan dari awal sampai akhir semuanya diumumkan melalui http://rekrutmen.kemendag.go.id/
web rekrutmen Kemendag
4. Pemberkasan
Satu minggu setelah pengumuman kelulusan, para peserta yang dinyatakan lulus harus melakukan pemberkasan alias mengumpulkan berkas-berkas yang harus dilengkapi, yaitu:

Membawa dokumen masing-masing 2 (dua) rangkap (asli dan fotocopy):

1)Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani, ditujukan kepada Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Tanggal surat lamaran sesuai dengan tanggal pada saat melakukan registrasi online pada Portal Nasional Panselnas yaitu tanggal 24 Agustus – 8 September 2014;
2)Fotokopi Ijazah/STTB yang telah dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan) dan Ijazah/STTB asli untuk ditunjukan kepada Panitia;
3)Fotokopi Transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan/Pembantu Dekan Bidang Akademik/ Direktur/Pembantu Direktur Bidang Akademik/Direktur Akademi/ Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik) dan Transkrip Nilai asli untuk ditunjukan kepada Panitia;
4)Pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 5 (lima) lembar, dengan menuliskan nama dan tanggal lahir dibalik pasfoto tersebut;
5)Daftar Riwayat Hidup (DRH) yang ditulis tangan dengan tinta hitam, memakai huruf kapital/balok serta telah ditempel pasfoto ukuran 3 x 4 cm (Formulir DRH didownload di website: www.rekrutmen. kemendag.go.id);
6)Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI;
7)Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter;
8)Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor dan zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah (harus ditandatangani oleh dokter);
9)Surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai enam ribu rupiah (didownload di website: www.rekrutmen. kemendag.go.id).
10)Semua dokumen dimasukkan dalam map berwarna hijau bagi yang berpendidikan D3 dan map berwarna biru bagi yang berpendidikan S1 serta pada bagian depan map ditulis nama, jabatan, email, dan nomor telepon/handphone yang bisa dihubungi.
Walaupun sempet galau-galau dulu sebelumnya (mungkin akan saya ceritakan di post lain) tapi akhirnya saya melakukan pemberkasan juga saat itu. Jadi sekarang tinggal menunggu NIP keluar dan pengumuman kapan harus mulai diklat, prajab, dll sebelum kerja dan diangkat jadi PNS!



Solo, 31 Januari 2015
Hesti Nuraini


Pengalaman Tes PPS BRI

37 Comments »

Jauh hari sebelum sidang dan wisuda, saya sudah mendaftar seleksi PPS BRI di website. Bukan, bukan karena ingin, namun murni cuma karena iseng saja, saat itu bulan Maret 2014 kalau tidak salah. Waktu berlalu begitu saja... Hingga di suatu hari di bulan Oktober 2014, saya mendapat sebuah sms untuk melihat pengumuman jadwal seleksi PPS BRI di web. Kaget banget karena saya sudah tidak mengharapkan dapat panggilan darisana (saking lamanya sejak daftar). Tapi ya saya datang saja memenuhi undangan. Proses seleksi PPS BRI ini berlangsung lumayan cepat karena hanya berlangsung sekitar 1bulan. FYI, yang saya ikuti ini adalah seleksi PPS BRI Pusat, karena ada juga PPS BRI Wilayah yang diadakan di beberapa kota lain, dan semua tes yang saya ikuti ini berlangsung di Kantor BRI Bandung Jl. Asia Afrika. Berikut tahapan-tahapan tes-nya:

1. Registrasi Online di https://e-recruitment.bri.co.id/
Dalam website tersebut kita hanya perlu mengisi seluruh form, tidak ada file yang perlu diupload. Bahkan saat itu saya yang masih belum sidang pun bisa mendaftar (dan lolos seleksi administrasi). Program Pengembangan Staff (PPS) ini ada 3 macam, PPS Umum, PPS Audit, dan PPS IT. Saya memilih PPS Umum saat itu. Semua pengumuman seleksi nantinya akan diumumkan melalui  website BRI.
web rekrutmen BRI
2. Wawancara Awal
Wawancara awal ini berlangsung cukup singkat. Hanya terdiri dari 3 pertanyaan yang menurut saya cukup mudah, antara lain latar belakang keluarga, yang diketahui tentang BRI, dan motivasi mengikuti PPS BRI. Wawancaranya memang cukup singkat, tapi ngantrinya yang luamaaaa...

3. Psikotes, Tes Bahasa Inggris, Wawancara Psikolog.
Tidak sampai satu minggu sudah ada undangan untuk tes berikutnya. Tes tahap kedua ini yang cukup berat menurut saya, karena tesnya banyak dan hanya berlangsung satu hari dari pagi hingga malam. Pertama adalah psikotes, terdiri dari banyak sekali tipe tes,lebih lengkap daripada psikotes lainnya menurut saya. tes ini berlangsung dari jam 7pagi hingga sekitar pukul 1siang. Kebayang kan capeknya. Dan itu masih belum berakhir. 
Sekitar 2jam setelah itu akan langsung diumumkan siapa saja yang lolos dan bisa mengikuti tes bahasa inggris pada pukul 3sore. Tes bahasa inggrisnya adalah TOEIC yang berlangsung selama 2jam. Oiya, ada tes writing-nya juga walaupun hanya 500 kata. 
Dan setelah itu langsung lanjut lagi untuk wawancara psikolog. Kalau dapat giliran pertama sih ya beruntung jam5 udah bisa pulang. Tapi kalo apes dapet giliran terakhir sih ya sekitar jam 8-9malam baru selesai. Waktu itu urutannya berdasarkan abjad. Untungnya saya dapat giliran tengah-tengah, jadi sebelum jam7 sudah bisa pulang. Untuk wawancara sendiri berlangsung santai karena hanya seputar keluarga, kepribagian, kegiatan, dan prestasi kita selama sekolah.

4. Wawancara Akhir
Sekitar 2minggu dari tes terakhir baru ada pengumuman kelulusan untuk tahap selanjutnya. Sebelum masuk ke ruang wawancara, peserta tes akan diberikan 2 surat perjanjian untuk ditandatangani (jika bersedia). Surat pertama berisi mengenai pernyataan bahwa bersedia menyerahkan Ijazah Sarana Asli dan Transkrip Nilai Asli bila diterima dalam PPS, bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja BRI (seluruh Indonesia), dan bersedia tidak menikah selama menjadi Trainee dan satu tahun berikutnya sejak diangkat sebagai pegawai tetap (jadi bersedia untuk tidak menikah selama 2 tahun). Sedangkan surat kedua isinya kurang lebih :
  • Apabila dinyatakan lulus tes wawancara akhir dalam rangka proses seleksi Program Pengembangan Staf (PPS) PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, saya bersedia mengikuti tes kesehatan yang diselenggarakan oleh pihak BRI.
  • Apabila dalam Tes Kesehatan tersebut saya dinyatakan lulus oleh pihak BRI, dan setelah itu saya mengundurkan diri dari seleksi PPS BRI, maka saya bersedia untuk membayar ganti rugi biaya tes kesehatan sebesar Rp 2.000.000,- kepada pihak BRI.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai surat perjanjian bisa dibaca disini.

Tidak seperti wawancara awal, pada wawancara akhir ini ada 2 orang pewawancara dan berlangsung cukup lama. Pertanyaan yang diajukan sangat luas dan bervariasi, mulai dari keluarga, kuliah, kepribadian, prestasi, tentang BRI dan perbankan, ekonomi, bahkan ada beberapa studi kasus yang diberikan untuk mengetahui bagaimana cara kita mengambil keputusan. Yang jelas semua pertanyaan harus kita jawab dengan jujur, sangat jujur bahkan kalau saya sarankan karena pewawancara sangat tahu banyak tentang kita, entah karena bisa membaca pikiran atau mungkin sudah gugling tentang kita. Saya punya pengalaman yang agak kurang menyenangkan dan sedikit menyeramkan saat wawancara ini.

5. Medical Check Up
Ternyata firasat saya saat wawancara memang benar, saya tidak lolos ke tahap terakhir yaitu medcheck. Padahal kalo sudah lolos ke tahap ini maka hampir bisa dipastikan diterima mengikuti PPS BRI.

Seperti itulah pengalaman saya mengikuti seleksi PPS BRI. Karena berlangsung sangat cepat maka saya sama sekali ga ada hard feeling saat gagal, jadi ya berlalu begitu saja hehe. Tapi semoga cerita saya bermanfaat ya buat temen-temen yang pengen ikut PPS BRI. Good Luck!



Solo, 31 Januari 2015
Hesti Nuraini

Pengalaman Tes BPS Pertamina

8 Comments »

Keinginan saya untuk mendaftar Pertamina sudah muncul sejak bulan April 2014. Saat itu jobair ITB dibuka pendaftaran untuk batch 1, namun karena waktu itu masih kuliah dan lagi sibuk-sibuknya TA, saya cuma ambil kode registrasi aja di jobfair dan lupa buat login di web. Baru setelah lulus, sekitar bulan September saya baru daftar lagi  untuk seleksi batch 2. Berikut tahapan seleksi BPS Pertamina berdasarkan pengalaman saya:

1. Registrasi online di http://recruitment.pertamina.com/
Sebenarnya ada 2 cara untuk registrasi online ini. Pertama register berdasarkan kode yang diperoleh dari jobfair. Kedua langsung membuat akun di web tersebut. Kedua cara tersebut memiliki periode waktu tertentu, jadi harus lihat infonya di web untuk tahu kapan dibukanya.

web rekrutmen pertamina
2. Melengkapi data aplikasi di web
Setelah masuk ke akun yang telah dibuat, maka akan terlihat petunjuk step-step yang harus dilakukan untuk memasukkan aplikasi, antara lain melengkapi data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan dokumen-dokumen yang harus diupload seperti ijazah, transkrip, KTP, dan sertifikat TOEFL. Setelah semua data lengkap maka memilih posisi yang ingin dilamar, untuk fresh graduate S1 seperti saya yang dilamar adalah Bimbingan Profesi Sarjana (BPS). Jika aplikasi sudah masuk maka kita akan mendapatkan email konfirmasi. Setelah itu tinggal menunggu proses seleksi administrasi dan berdoa supaya segera memperoleh undangan untuk tes selanjutnya.

3. Psikotes
Tes pertama yang harus dilalui adalah Psikotes. Waktu itu saya memperoleh undangan tes pertama sekitar 2minggu setelah melakukan registrasi di web. Sedangkan teman saya yang daftar di jobfair hanya dalam waktu 3 hari sudah mendapat undangan tes. Jadi waktunya memang tidak pasti. Psikotes Pertamina juga tidak jauh beda dengan psikotes-psikotes lainnya. Jadi tak perlu takut dan tak perlu belajar, kerjakan saja sesuai dengan kepribadian kita. Oiya, saat tes pertama ini kita juga akan disuruh memilih Direktorat/Divisi apa yang kita ingikan di Pertamina. Namun pilihan kita ini tidak akan menentukan lolos tidaknya kita ke tahap selanjutnya, yang menentukan adalah hasil psikotesnya.

4. Tes Bahasa Inggris
Selang 5 hari kemudian saya mendapatkan undangan untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya yaitu tes bahasa inggris. Tipe tes-nya adalah TOEIC (Test of English for International Communication). Terdiri dari 100 soal listening dan 100 soal structure. Nah, kalo tes yang ini perlu belajar, soalnya belum pernah tes TOEIC sebelumnya. Setidaknya pelajari tipe-tipe soal yang akan muncul supaya mengarjakannya bisa cepat karena waktu yang disediakan hanya 2 jam.

5. Wawancara User dan HR
Selang waktu dari tes bahasa inggris ke tahap wawancara sangatlah lama. Waktu itu saya sekitar satu bulan baru mendapat kabar. Teman  saya bahkan ada yang sampai 2 bulan baru dipanggil. Sudah bikin galau kanan-kiri nunggu pengumuman. Di tahap ini kita akan mengetahui di Direktorat apa kita akan ditempatkan nantinya. Saat tes awal saya memilih Marketing&Trading, namun saat wawancara saya dipanggil untuk Direktorat Refinery. Hal ini sudah biasa karena menyesuaikan dengan posisi yang teredia dan latar belakang pendidikan kita. Biasanya pewancaranya ada 2 atau 3 orang, yang salah satunya adalah staff HR dan yang lain adalah user yang akan menjadi atasan kita nantinya di posisi tersebut. Jadi selain memperhatikan attitude saat wawancara, kita juga harus mempelajari tentang Direktorat tersebut, terutama jobdesk yang berkaitan dengan jurusan pendidikan kita. Pokoknya semua hal-hal teknis harus kita kuasai saat wawancara. Nah, di tahap inilah terjadi kesalahan, entah kesalahan yang membagi posisi atau kesalahan saya sendiri, jadi ternyata saat itu untuk Refinery dibutuhkan lulusan Teknik Elektro khususnya instrumentasi. Saat wawancara berlangsung diketahuilah bahwa saya jurusan Teknik Telekomunikasi, ya walaupun masuknya Teknik Elektro. Walaupun wawancara saat itu berlangsung cukup lancar, namun saya sudah merasa bahwa saya tidak akan lolos untuk tahap selanjutnya. Dan ternyata benar, saya terhenti di tahap ini.

6. Tes Kesehatan (Medical Check Up)
Berdasarkan pengalaman teman saya, tes kesehatan Pertamina ini sangat berat (terutama untuk orang yang jarang olahraga). Jadi setelah tes wawancara sorenya akan langsung diumumkan apakah kita lolos ke tahap selanjutnya. Jika lolos, maka tes kesehatan akan langsung dilaaksanakan keesokan harinya. Tes kesehatan ini ada2 tahap, yaitu tes kesehatan di laboratorium yang sangat lengkap dari ujung kepala ke ujung kaki, dan satunya adalah tes kebugaran berupa lari keliling lapangan sejauh 1.6km atau bisa juga lari treadmil.

7. Wawancara Akhir
Jika lolos tes kesehatan, maka sekitar satu bulan setelahnya baru ada pengumuman untuk tahap terakhir yaitu wawancara BOD. Tahap ini adalah tahap penentu apakah kita akan diterima di Pertamina atau tidak.
"Surat Cinta dari Mpok Minah" kalo kata kaskusers hahaha :p


Jadi itulah pengalaman saya tes seleksi BPS Pertamina. Ya walaupun belum jodoh, tapi pengalaman ini benar-benar berharga buat saya.Semoga bermanfaat ya infonya buat yang pengen masuk Pertamina!



Solo, 31 Januari 2015
Hesti Nuraini

Kiat Sukses LDR (1)

No Comments »

Kunci pertama dan utama dalam mempertahankan LDR adalah: Percaya bahwa Tuhan selalu berada di sisi kalian! Dengan memegang erat keyakinan itu, walaupun kalian tidak bisa bertemu karena jarak sejauh apapun dan dalam waktu yang selama apapun, kalian tidak akan merasa sendiri ataupun merasa ditinggalkan. Rasa sedih dan galau juga pasti ga akan sering-sering menghampiri kalau selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Membuat Rencana Terbaik. Yang penting percaya dan saling menjaga komitmen kalau suatu saat nanti akan tiba waktu dimana kalian bisa bertemu setiap hari.

*Kiat kedua dan selanjutnya akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.


Best regards,
Hestu Nuraini
Telecommunication Engineering 2010
Bandung Institute of Technology
+62-85-647-332-442

Tes CPNS 2014: Kementrian Perdagangan (Kemendag)

2 Comments »

Masih lanjutan dari post sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tes CPNS secara lebih spesifik, yaitu Kementrian Perdagangan dimana saya daftar. Pasti agak aneh kan kenapa saya ga daftar kominfo dan malah daftar kemendag? Secara jurusan saya teknik telekomunikasi yang sangat erat kaitannya dengan kominfo.

Well, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya akhirnya daftar kemendag. Pertama, kemendag ini termasuk yang paling awal buka pendaftarannya, bareng sama kemenkeu. Kedua, kemendag juga termasuk yang terlihat paling siap dari sisi website-nya. Ketiga, di kemendag ada formasi dengan jurusan teknik telekomunikasi. And you know what? Penempatannya di Bandung. Dan terakhir, sebenarnya ini alasan pribadi semata karena kakak sepupu saya ada yang diterima disana beberapa tahun silam dengan biaya 0 rupiah. Jaman dulu jarang kan penerimaan CPNS yang bener-bener murni. Oiya trus lumayan sering dinas ke luar negeri juga hehe.

Sebelum daftar pastikan jurusan kita ada di dalam daftar formasi yang dibutuhkan ya. Oke jadi langsung saja ke tahap-tahapnya...
1. Registrasi Awal di https://regpanselnas.menpan.go.id
Pastikan memilih Kementrian Perdagangan di kolom Instansi. Jangan sampai salah!
2. Tunggu 1x24jam
Tunggu sampai dapat email konfirmasi dari Panselnas yang isinya username dan password.
Gunakan username dan password yang telah dikirimkan melalui email konfirmasi. Username berupa NIK sedangkan password adalah kode yang kita buat sendiri saat registrasi awal (tahap 1).
4. Lengkapi data diri dan upload dokumen yang diminta
Data yang dimasukkan harus lengkap, jelas, dan sesuai dengan ketentuan yang diminta. Untuk Kemendag kita harus mengupload dokumen (Foto, KTP, Ijazah, Transkrip nilai, dan nilai TOEFL) dengan ukuran yang telah ditentukan. Oiya, untuk IPK disyaratkan >3.00 dan untuk TOEFL>550. Pake TOEFL prediction aja gapapa kok, buktinya saya lolos administrasi hehe.
5. Pilih formasi yang diinginkan dan sesuai dengan latar belakang pendidikan kita
Setelah mengisi lengkap data diri, kita baru bisa memilih formasi yang kita inginkan. Satu orang bisa memilih maksimal 3 formasi asalkan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dan untuk kemendag, cuma ada 1x kesempatan buat milih formasi, setelah itu gabisa diubah-ubah lagi. Saya aja salah milih antara urutan pilihan 1 dan 2, tapi ya sudahlaaaah...
6. Cetak bukti registrasi
Setelah berhasil mendaftar ada bukti registrasi yang bisa dicetak. (Tapi sebenernya kurang jelas bukti ini untuk apa).
7. Seleksi Administrasi
Setelah daftar tinggal tunggu hasil seleksi administrasi. Kemendag juga termasuk cepat dalam hal ini. Satu minggu setelah tanggal penutupan pendaftaran, hasil seleksi administrasi langsung keluar. Bagi yang lolos seleksi administrasi bisa langsung mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) untuk TKD. Jadwal TKD juga diumumkan, yaitu satu minggu setelah pengumuman. Cepet kan? Setau saya Kemendag adalah yang pertama TKD tahun ini.
Kartu Tanda Pesera Ujian (KTPU)

8. Tes Kemampuan Dasar (TKD)
TKD dilaksanakan di kantor pusat Kemendag Jakarta. Sekitar 1800 peserta yang lolos seleksi administrasi dibagi dalam 3 hari tes dengan tiap hari ada 4 sesi tes. Jadi tiap sesi ada sekitar 150 peserta tes dengan jumlah laptop yang sama diletakkan dalam aula kemendag. Nilai TKD yang kita peroleh juga langsung keluar setelah tes. Tapi hasil lolos atau tidaknya masih belum diumumkan, katanya masih nunggu standar nilai/passing grade dari panselnas dan nunggu semua peserta tes juga kan.
9. Tes Kemampuan Bidang (TKB)
Peserta yang lolos TKD akan lanjut ke tahap TKB. Nah, kata panitia kemendag, TKB ini terdiri dari Psikotes dan Wawancara. Di kartu tes (KTPU) juga tertulis tahapan-tahapan tes seperti itu. Ngga tau deh maksudnya gimana, soalnya hasilnya juga belum keluar. Jadi ya hanya bisa berdoa yang terbaik saja lah ya.
10.Pengumuman penerimaan CPNS.


Jadi cukup segitu dulu yang saya bisa share tentang Tes CPNS di Kementrian Perdagangan tahun 2014. Semoga lekas ada pengumuman dan mendapatkan hasil yang terbaik. Bagi yang mau share cerita tentang kementrian lain juga silakan ya saling berbagi informasi :D


Bandung, October 15, 2014
Hesti Nuraini