Archive for March 2015

Dia

No Comments »

Dia yang akhirnya kujumpa setelah sekian lama.
Ekspresinya ketika mencari-cariku selalu begitu tiap kali kami hendak bertemu. Caranya berjalan ketika menghampiriku tak berubah sejauh yang bisa kuingat. Senyumnya masih sama sejak terakhir kali aku melihatnya.
Pipinya makin bulat. Lengannya makin besar. Aku yakin berat badannya bertambah beberapa kilogram.
Kacamata andalannya masih dipakai. Membuat mata lentiknya tetap mempesona.
Dia masih sama lucunya ketika membuatku tertawa. Suaranya tak pernah berubah baik di telepon maupun ketika kudengar langsung, masih sama kekanakannya.
Dia yang selalu membuat benci ketika rindu. Dia yang selalu meluluhkan hati tiap kali bertemu.


Solo, 23 Maret 2015
Hesti Nuraini

Catatan Rindu Jilid 1 (1-13)

No Comments »

Rindu (1) - 13/11/14
Aku tak lagi mampu berucap.
Hanya ada rindu yang tersekap di sela-sela harap untuk bertatap.


Rindu (2) - 14/11/14
Di bulan ke-20 ini aku tak akan lagi mengeluh.
Senantiasa memanjat doa untuk memelukmu dari jauh.


Rindu (3) - 16/11/14
Aku tak tahu sampai kapan kubisa bertahan.
Jarak ini menjauhkan raga namun juga mendekatkan jiwa.
Semoga… semoga semua tetap berjalan, sejalan, dan senantiasa beriringan.
Hingga sampai pada tujuan.


Rindu (4) - 26/11/14
The one who always make me laugh.
I miss him.
A lot.
The one who always make me feel grateful for having.
I miss him.
A lot.


Rindu (5) - 20/12/14
Ilmu kini hampir mencukupkan keingintahuan kita, tapi arah angin malam tetap jauh dari terka, apalagi rindu tak terkata. - Adimas Immanuel.


Rindu (6) - 07/01/15
Kayaknya nggak pernah ada di fase dimana bosen setiap hari ketemu. Tapi sekarang ada di fase bosen karena nggak pernah ketemu.


Rindu (7) - 23/01/15
Konspirasi banget! Kemarin baca novel settingnya di sianjur mula-mula, samosir, dan sekitarnya. Sekarang nonton Bolang, rumahnya si Bolang deket Danau Toba.
Pasti lah ini konspirasi si bocah yang lagi kerja di Siantar dan kerjaannya nyebrangin Danau Toba buat cek site ke Samosir.
Huftina.


Rindu (8) - 05/02/15
Bertemu.
Satu kata yang selalu ditunggu.
Agar hati tak lagi saling merindu.


Rindu (9) - 06/02/15
Buat apa rindu kalau sudah yakin (dan pasti) tidak akan bisa bertemu.


Rindu (10) - 21/02/15
Gerimis turun perlahan
Wajah kekasih membayang
Dalam daun-daun yang basah
Diriku resah
Menanti pertemuan yang tenang
Cinta, kasih, dan sayang
Tuhan
Tolong damaikan
Hatiku yang gamang
- Khairul Azzam (Ketika Cinta Bertasbih, Buku #2 Dwilogi Pembangun Jiwa)


Rindu (11) - 28/02/15
Rindu tak pernah definitif. Sejumlah kenangan meliuk-liuk di pucuk waktu.
- Adimas Immanuel


Rindu (12) - 20/03/15
Saling mendoakan lebih penting daripada berjumpa.
Bertemu sesekali lebih menguatkan cinta daripada selalu bersama.
- Salim A. Fillah


Rindu (13) - 23/03/15
Dan ternyata rindu selama lima purnama hanyalah fana ketika kita akhirnya berjumpa.



Ditulis setiap kali merasa rindu,
Oleh Hesti Nuraini,
Teruntuk Putu Adhika Bayu Bramantya.


Kiat Sukses LDR (3)

No Comments »

Kiat selanjutnya supaya sukses LDR adalah : Buat rencana liburan bersama!
Yang satu ini bukan hanya akan membuat LDR kita sukses tapi juga akan membuat bahagia. Pertama-tama lihat jadwal terlebih dahulu kira-kira kapan waktu libur kuliah atau cuti kerja, estimasikan berapa lama waktunya. Kemudian rencanakan tempat apa saja yang ingin dikunjungi atau list daftar makanan yang ingin dimakan. Setidaknya waktu tidak akan terasa berlalu begitu saja saat kita membahas rencana-rencana tersebut. Hari-hari juga akan terasa lebih greget dan menyenangkan jika ada yang ditunggu kehadirannya (liburan bersama).



*Kiat keempat dan selanjutnya akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.

Kiat-kiat sukses LDR :
3. Rencana Liburan


Solo, 24 Maret 2015
Hesti Nuraini

Kiat Sukses LDR (2)

No Comments »

Jika sudah memiliki keyakinan dan menjalankan kunci pertama, maka kiat selanjutnya untuk dapat sukses menjalani LDR adalah: Menjaga komunikasi! Minimal satu hari memberi kabar dua kali, setidaknya ketika bangun dan akan tidur. Jika LDR karena kuliah pasti seharian disibukkan dengan pelajaran maupun kegiatan kampus lainnya, jika LDR karena kerja pasti akan semakin berat karena kesibukan di dunia kerja sering tak terduga. Akan lebih baik jika disempatkan menanyakan/memberi kabar saat istirahat makan siang. Lebih baik lagi jika yang muslim saling mengingatkan untuk menjalankan ibadah 5x di awal waktu.

Yaa komunikasi memang menjadi hal yang paling sulit untuk dijaga saat sedang berjauhan. Disinilah pentingnya pemanfaatan teknologi telekomunikasi. Misalnya menggunakan video call supaya bisa saling bertatap muka (secara virtual), saling mengirim foto kegiatan sehari-hari (baca: saling bertukar selfie) melalui social media atau instant messenger, atau minimal gunakan aplikasi chatting yang bisa mengirim stiker-stiker lucu. Poin terakhir tersebut lumayan ampuh untuk mereda kegelisahan jika sedang tidak ada topik atau tidak ada gairah untuk membicarakan sesuatu, saling bertukar stiker setidaknya mampu memecah keheningan jika stikernya lucu dan menggemaskan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa 2 poin terpenting dalam menjalani LDR adalah: keyakinan dan komunikasi.



*Kiat ketiga dan selanjutnya akan terus diupdate seiring berjalannya waktu.


Solo, 24 Maret 2015
Hesti Nuraini