Showing posts with label #HaloGanesha. Show all posts

Teknik Telekomunikasi (ET) ITB

5 Comments »

Teknik Telekomunikasi. Bidang yang nggak ada matinya!

Sahabat Ganesha tahu nggak bidang apa yang paling berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini? Setuju nggak kalo HG! jawab bidang telekomunikasi? Bagaimana tidak, di tahun 90-an saja teknologi telepon masih terbatas pada telepon kabel di rumah-rumah, tapi Sahabat Ganesha bisa melihat sendiri kan bagaimana perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini yang bisa sampai video call atau bahkan conference call dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia. Nah, kemajuan teknologi ini tak lepas dari peran engineer di bidang telekomunikasi. Maka dari itu sekarang HG! mau bahas nih tentang program studi Teknik Telekomunikasi di ITB yang pasti oke banget dong!
Pada Halo Ganesha edisi sebelumnya sudah pernah dibahas kan mengenai fakultas di ITB yang namanya STEI (baca di sini), masih ingatkah Sahabat Ganesha? Di STEI ada 5 program studi yang keren-keren, salah satunya ya prodi Teknik Telekomunikasi ini. Dulunya Teknik Telekomunikasi (ET) adalah subjurusan dari Teknik Elektro (EL), namun seiring dengan kebutuhan dunia akan telecommunication engineer yang terus meningkat, maka pada tahun 2008 ITB meresmikan berdirinya Program Studi Teknik Telekomunikasi.
Apa sih yang dipelajari di ET ini? Namanya saja telekomunikasi, tentu saja mempelajari bagaimana suatu informasi atau data sampai dengan baik, benar, dan aman dari suatu tempat ke tempat yang dituju sejauh apapun jaraknya, supaya nggak ada yang namanya salah paham gara-gara pesan yang dikirim berbeda dengan pesan yang diterima. Mulai dari pesan suara via telepon atau ponsel, pesan singkat (SMS), hingga pengiriman data-data lain (file, picture, video) via internet. Informasi atau data tersebut biasanya ditransmisikan sebagai kode berupa sinyal-sinyal. Hal-hal tersebut dipelajari dalam berbagai mata kuliah di ET antara lain Komunikasi Data, Sistem Komunikasi, Pengolahan Sinyal, Jaringan Telekomunikasi, Medan Elektromagnetik, hingga mempelajari Antena. Jadi anak ET belajarnya nggak jauh-jauh dari yang namanya sinyal, gelombang, sampai pemancarnya.
Di ET sendiri ada dua Kelompok Keahlian. Yang pertama adalah Telematika, singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Di Telematika ini lebih banyak mempelajari tentang jaringan, komunikasi data, internet, dan sejenisnya. Sahabat Ganesha tahu sendiri kan perkembangan dunia internet mulai dari 2G, 3G, hingga sekarang hampir 5G. Mungkin nanti akan sampai pada 10G kalau Sahabat Ganesha masuk ET dan mempelajari telematika hehehe siapa tahu kan?!.
Kelompok Keahlian yang satu lagi namanya Radar (Radio Detection And Ranging) yang kebanyakan mempelajari tentang gelombang radio maupun gelombang elektromagnetik yang lainnya. Radar ini keren banget lho, Sahabat ganesha! Gimana nggak keren, mainannya aja di level frekuensi tinggi gitu. Contohnya BTS milik operator-operator selular, pemancar radio atau televisi, hingga radar milik pesawat. Wuih...
Bisa dibilang bidang telekomunikasi ini adalah bidang yang nggak ada matinya! Karena sampai kapanpun manusia butuh berkomunikasi kan? Jadi untuk prospek kerjanya sendiri, jelas luas banget lah ya. Contohnya yang sedang berkembang pesat saat ini, seperti operator telekomunikasi (provider telepon selular), atau vendor yang terus mengembangkan teknologi telepon hingga modem  internet. Namun Teknik Telekomunikasi tidak sebatas operator dan vendor saja lho. Masih banyak bidang pekerjaan yang membutuhkan lulusan ET. Sebut saja ahli trafik yang dapat berperan dalam mengurangi jumlah antrian (queueing) di Indonesia, jadi biar SMS atau BBM kita nggak sering pending lagi gitu. Kalau Sahabat Ganesha mau jadi konsultan atau ahli regulasi telekomunikasi di Indonesia pun juga bisa. Siapa tahu kelak jadi Menkominfo kan?!
Nah, kalau ingin tahu lebih lanjut, Sahabat ganesha bisa follow akun twitter @sahabattelkom, atau langsung tanya pada kakak-kakak Prodi Teknik Telekomunikasi, yang sering ngumpul buat belajar bareng atau sekedar sharing di Telematika Cozy Corner, letaknya di labtek 8 lantai 4 Gedung Ahmad Bakrie ITB.

“Awalnya alasan saya masuk ET karena nggak suka EL, EP, IF, STI, tapi kemudian saya jadi pengen belajar hal-hal baru karena bidang ET juga terus berkembang kan.. hha. Di ET belajar gelombang, jaringan dan sistem komunikasi. Kalo lulus nanti pengennya kerja dulu di perusahaan telekomunikasi (service boleh, provider boleh) cari pengalaman, lanjut nerusin S2 di luar negri, trus bikin perusahaan service sendiri.” - Danang Primaadi ET’10

“Bidang ET itu dinamis, cepat berkembang, makanya pengen belajar terus di jurusan itu. Penasaran aja gimana data dikirim, gimana sebuah pesan bisa dikirim dari HP yang kecil. Saya yakin kalo lulusan ET udah pasti bisa diterima kerja dimana-mana. Operator selular, perusahaan telkom, dll. Yang penting sekarang lulus dulu deh!” - Aditya Gianto  ET’11


Oleh: Hesti Nuraini
Ditulis untuk Majalah Halo Ganesha edisi September 2012


Manajemen Rekayasa Industri (MRI) ITB

9 Comments »

Manajemen kok masuk Teknik sih?

Tau nggak sih temen-temen kalo sekarang ada jurusan baru di Fakultas Teknologi Industri  ITB? Namanya Manajemen Rekayasa Industri, disingkat MRI. Kedengarannya keren ya namanya? Dan ternyata nggak cuma namanya aja lho yang keren, ternyata jurusan ini juga mempunyai daya tarik yang ga kalah dari jurusan-jurusan lain di ITB.
Jadi MRI ini adalah program studi pecahan dari Teknik Industri yang baru didirikan di ITB pada tahun 2009 yang lalu. Mungkin banyak dari teman-teman yang bertanya-tanya mengapa namanya manajemen tapi masuknya fakultas teknik. Ya, jurusan ini dinamakan Manajemen Rekayasa Industri atau Engineering Managemen karena disini kita mengkombinasikan keahlian manajemen kita dengan dasar pengetahuan engineering untuk memimpin suatu team yang berisi para expert dalam mengerjakan persoalan-persoalan teknis. Ilmu manajemen jadi jembatan antara kemampuan engineering dengan tujuan yang ingin dicapai. Program studi ini menggabungkan berbagai macam disiplin ilmu sebagai modal keilmuannya dan menggunakannya untuk menghasilkan innovasi pada suatu produk maupun sistem.
Trus apa bedanya dong sama jurusan Teknologi Industri? MRI memang terhitung masih satu rumpun dengan Teknik Industri, bedanya, jika TI lebih mempelajari  efektifitas dan efisiensi, MRI lebih cenderung ke  inovasi. Misalnya suatu perusahaan butuh inovasi biar ga mati karena adanya kemajuan teknologi nah ini tugasnya MRI buat inovasi tersebut, kemudian jika inovasi tersebut berhasil, proses lebih lanjut bagaimana inovasi itu berjalan  itu baru tugasnya TI.
Dasar dari MRI adalah bidang sains, matematika, dan prinsip-prinsip teknik, dan juga menjangkau ke daerah manajerial, lulusan MRI dapat merancang, membangun, mengoperasikan, mengoptimalkan, dan terus meningkatkan sebuah perusahaan teknologi, publik atau swasta. Singkatnya lulusan MRI harus menjadi enterprise engineers doing managerial engineering work. Lulusan MRI banyak diperlukan di perusahaan apalagi perusahaan yang basisnya inovasi, semacam Microsoft atau Apple. Kemudian untuk peluang perusahaan hampir semua perusahaan industri membutuhkan inovasi untuk bertahan di siklus zaman, disitulah Engineering Manager dibutuhkan sebagai HRD atau project leader, dan sebagainya di perusahaan manufaktur, oil and gas, maupun di perbankan. Kalo pun berencana membangun bisnis sendiri, setelah lulus juga nggak akan keluar jalur jauh-jauh karena di MRI kita dibekali ilmu membangun dan merencanakan proyek sesuai dengan jiwa-jiwa yang dinamis dan ingin menguasai industri sendiri.
Jadi kalau kamu merasa jago matematika, fisika , IT and semua hal yang berbau teknologi, suka dengan hal yang berbau uang, tertarik dengan Leadership and Management, dan nggak suka sama hal-hal yang rutin, mungkin kamu akan sangat cocok untuk masuk jurusan ini.

“Awalnya gue sih tertarik sama MRI gara-gara itu jurusan yang baru dibuka, Cuma main insting aja sih dulu jadi milih itu. Tapi ternyata setelah mempelajari ilmu di dalamnya gue jadi seneng banget soalnya belajarnya lebih terfokus gitu tentang perencanaan sekaligus inovasi-inovasi, gimana caranya ngerencanain suatu produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada, nggak kayak TI yang semua-muanya butuh dipelajari sampe harus belajar pemrograman juga yang notabene gue nggak suka banget. Semua pelajaran di MRI gue enjoy kok, tapi yang paling gue suka tuh mata kuliah perancangan dan pengembangan produk. Trus kalo lulus ntar gue pengennya sih wirausaha aja, soalnya ilmu-ilmu yang gue dapet di MRI mendukung banget buat jadi wirausahawan.” – Faradiani MRI’09

“Gue milih MRI karena ilmunya lagi emerging banget di luar negri walaupun di Indonesia baru petama dibuka ya di ITB ini. Dan banyak profesi-profesi  sekarang yang diramalkan akan outdated jadi masuk MRI itu kayak mempersiapkan untuk profesi yang baru akan lahi di masa depan. Semua pelajaran yang berhubungan sama pengembangan organisasi gue suka banget tuh. Trus kalo lulus kerja dimana mah tentatif banget, agak sempit kalo dikotak-kotakin jurusan. Tapi yang pasti lulusan MRI siap untuk kerja di bagian top management karena kita diajarin untuk ngeliat semuanya sebagai sistem. Kalo gue sendiri sih belum kebayang mau kerja dimana, yang pasti pengennya kerja di perusahaan Indonesia.” – Lionita MRI’09

“Saya memilih untuk masuk jurusan ini karena MRI sangat sesuai dengan passion saya, dengan tagline utama “inovation, entrepreneurship, project marketing, finance dan marketing” yang saya sangat tertarik dengan itu semua. Apalagi setelah melihat kurikulumnya, hampir tidak ada mata kuliah fisika, hehehe... Mengenai jurusan baru, saya punya harapan tinggi dari MRI yang memberi keilmuan tentang inovasi. MRI adalah masa depan, karena ke depannya engineering manager akan terus melakukan inovasi-inovasi yang baru di sistem dan produk teknologi. Hampir semua pelajaran saya suka kecuali yang berbau-bau fisika, karena beberapa mata kuliah menuntut kita memiliki logika dan analisis yang bagus, seperti Statistika, Estimasi Biaya, Ekonomi Industri, semuanya menarik. Setelah lulus saya ingin melanjutkan S2 sekaligus start up bisnis atau mungkin kerja di perusahaan. Yang jelas ke depan ingin menjadi konsultan.” – Fajar WP, MRI’10



Oleh: Hesti Nuraini
Ditulis untuk Majalah Halo Ganesha edisi Februari 2012

Kata Mereka tentang Program Studi di STEI ITB

No Comments »


"Saya ingin kemampuan elektronika dan pemrograman saya seimbang, makanya saya masuk Program Studi Teknik Elektro. Karena di jurusan ini tidak hanya dipelajari mengenai yang 'listrik-listrik' saja, tapi kita juga diajarkan mengenai sistem digital dan  pemrograman sebagai controller pada produk-produk elektronika yang nantinya akan dibuat. Mata kuliah yang paling menarik buat saya adalah Struktur diskrit karena mudah untuk dipelajari. Cita-cita saya di masa depan adalah  membangun sebuah perusahaan elektronika yang sebesar Panasonic." Wahyu - EL'10

"Dunia telekomunikasi sangat berkembang pesat saat ini dan pasti sampai seterusnya makanya saya memilih Program Studi Teknik Telekomunikasi, selain itu om saya juga alumni ET ITB. Di jurusan ini saya belajar tentang telematika, radar, pengolahan sinyal, dan pelajaran lain yang berkaitan dengan Sistem Komunikasi.  Mata kuliah yang paling saya sukai adalah Rekayasa Trafik karena berhubungan dengan analisis trafik, pokoknya asik deh untuk dipelajari, plus dosennya juga baik. Setelah lulus saya ingin bekerja di vendor atau perusahaan operator karena memang sedang berkembang saat ini." Mushofi - ET'08

"Dari dulu saya ingin bisa kerja di perusahaan minyak karena saya suka tantangan dan dari kelima jurusan di STEI yang paling mendukung untuk bekerja disana adalah Program studi Teknik Tenaga Listrik karena di jurusan ini kita akan belajar mulai dari sistem perencanaan listrik, pembangkitan listrik, sistem transmisi dan proteksi listrik. Selain itu akan dipelajari pula sistem konversi energi yang sangat dibutuhkan di perusahaan-perusahaan minyak. Dari sekian banyak yang dipelajari saya paling suka belajar bagian pembangkitan listrik dan mesin-mesin elektrik." Yoga - EP'10

"Semua perusahaan dalam bidang apapun membutuhkan IT kan sekarang ini, makanya saya memilih Teknik Informatika. Di jurusan ini saya belajar programming dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia IT. Yang paling saya sukai adalah belajar pemrograman internet seiring dengan banyaknya aplikasi berbasis internet yang sedang berkembang. Kalau lulus nanti sih saya pengennya kerja di BUMN karena persaingannya yang tidak terlalu ketat dan gajinya yang lumayan." Andi - IF'08


"Aku sebenernya ga minat semua jurusan stei. Yangg paling masuk sama minatku (ekonomi) ya STI (Sistem dan Teknologi Informasi). STI mensinkronkan manusia dan komputer, karena STI kan belajar sistemnya bukan tekniknya. Jadi intinya anak STI memanusiakan anak IF, yaitu mensinkronkan antara informatika dengan manusia. Disana diajarkan sistem digital, probabilitas dan statistika, manajemen dll. Nanti pinginnya  kerja di perusahaan telekomunikasi malahan, macam Alcatel, Telkom juga boleh, karena lulusan STI memang bisa bekerja di perusahaan apa saja." Rizkyan - STI'10


Selengkapnya tentang STEI ITB bisa dibaca disini: STEI ITB


Oleh: Hesti Nuraini
Ditulis untuk Majalah Halo Ganesha edisi Januari 2012

Bioengineering (Rekayasa Hayati) ITB

19 Comments »

Bioengineering : "Ilmu Kehayatian" dan "Teknik"

Di ITB, Program Studi Rekayasa Hayati atau yang lebih sering disebut Bioengineering (BE) termasuk program studi yang masih sangat muda dan merupakan jurusan Bioengineering pertama di Indonesia. Di dunia aja masih jarang lho Universitas yang memiliki program studi ini.  Prodi ini didirikan secara resmi pada Juli  2010. Jadi, kakak-kakak angkatan 2010 merupakan angkatan pertama Bioengineering. Karena termasuk prodi baru, perkuliahan Bioengineering diselenggarakan di dua kampus ITB, yaitu di kampus Ganesha (Jl. Ganeca no. 10 Bandung) dan kampus Jatinangor (Jl. Winaya Mukti no. 1 Jatinangor), barengan sama  beberapa prodi baru lain yang baru dibuka oleh ITB.

Jadi secara garis besar, bisa dibilang Bioengineering itu gabungan SAINS sama TEKNIK, yang tujuannya mengoptimalisasi bioproduk dari tumbuhan. Bioengineering di ITB bermain rekayasa makhluk hidup sampai tingkat tumbuhan aja, tapi kalau di luar negeri, contohnya MIT, udah masuk ke rekayasa organ-organ tubuh manusia lho, hebat kan?

Mengapa ITB meluncurkan jurusan Bioengineering? Indonesia, sebagai negara tropis, memiliki keaneka-ragaman Sumber Daya Hayati (SDH) yang sangat potensial. Untuk meningkatan manfaat dan produktivitas SDH dibutuhkan pengelolaan secara profesional agar dapat dioptimalkan. Karena itu, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang secara profesional memiliki kompetensi dalam perekayasaan sistem produksi berbasis bioproduk.

Wah, kok kayaknya keren gitu ya memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia, jadi apa aja nih yang dipelajari di Bioengineering? Yang utama sih tetep biologi, tapi Bioengineering lebih sedkit materi biologinya daripada jurusan Biologi maupun Mikrobiologi. Kalau dipresentasekan nih, pelajaran biologinya cuma sekitar 60%, kalau Biologi/Mikrobiologi sekitar 90%. Terus ada juga pelajaran Matematika juga sekitar 25%, Fisika 10%, Kimia 15%, dengan beban yang tidak terlalu berat tentunya. Yang menarik, nantinya mahasiswa Bioengineering akan diajarkan mengenai Bioreaktor, yaitu suatu sistem yang mampu menyediakan sebuah lingkungan biologis yang dapat menunjang terjadinya reaksi biokimia dari bahan mentah menjadi bahan yang dikehendaki. Nah, lengkap banget kan ilmu-ilmu yang akan kamu dapatkan di jurusan ini, Sahabat Ganesha.

Program Studi Bioengineering ITB nggak cuma menjembatani bidang ILMU KEHAYATIAN dan TEKNIK, tapi juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan Sarjana (Bioengineers) yang mampu mengaplikasikan dasar-dasar Ilmu Teknik dalam pengembangan industri bioproduk dengan penekanan pada produk nabati.

Walaupun prodi baru, namun prospek kerja Bioengineering cukup luas. Mulai dari bidang perkebunan, pertanian, kesehatan, industri obat-obatan, makanan dan pakan, hingga perusahaan pupuk, pokoknya yang berbau hayati semua bisa di masukin. Bioengineers diharapkan menjadi seseorang yang mampu membangun pabrik berbasis hayati. Misal membuat pabrik bioetanol dari tumbuhan jarak, Bioengineers harus bisa mengoptimalisasi produksi bioetanol dilihat dari sel penghasil minyak bioetanol. Prospek bioengineering mirip teknik kimia sih sebenarnya, tapi perusahaan yang berbasis hayati. Jadi ya intinya menghasilkan produk secara maksimal dan dengan biaya yang seminimal mungkin, biar bisa bersaing dengan produk-produk yang lain.


Mata Kuliah Rekayasa Hayati atau Bioengineering 
Logo  Himpinan Mahasiswa Rekayasa Hayati ITB
1. Termodinamika Sistem Hayati
2. Bioprospek Tumbuhan Tropika
3. Neraca Massa dan Energi Rekayasa Hayati
4. Bioteknologi Tumbuhan dalam Bioindustri
5. Pemodelan Dinamik Rekayasa Hayati
6. Sensor dan Isntrumentasi Sistem Hayati
7. Perancangan Bioreaktor
8. Prinsip-prinsip Pemisahan Bioproduk
9. Perancangan Produk dan Proses Sistem Hayati
10. Tugas Akhir Pra-rancangan Sistem Produksi Hayati
Sumber : ol.akademik.itb.ac.id


Saya masuk Bioengineering soalnya saya di SITH tapi pengen yang lebih teknik-teknik gitu. Awalnya masih nggak terlalu ngerti sih di BE belajarnya apa, tapi kemudian setelah saya belajar yang paling menarik minat saya adalah tentang pembuatan bahan bakar yang sumbernya dari sumber daya nabati. Nah, dari situ saya jadi pengen kerja di  tempat yang memproduksi bahan bakar alternatif seperti itu. – Zwastika Tyas BE’10

Kalo aku pribadi pilih BE soalnya nggak suka praktikum yang banyak kayak di jurusan Bio sama Mikro. Aku lebih suka itung-itungan. Dan ternyata setelah belajar, Alhamdulillah sesuai harapan. Kami belajar bioproses, neraca massa dan energi, sama belajar bioreaktor juga. Nantinya aku pengen jadi designer bioreaktor di industri makanan, obat atau apapun. Juga yang bikin takaran standardisasi bioreaktornya, yang pasti pake bahan alami dong! – Yane Meiliana BE’10

Aku Pilih BE karena aku lebih suka hitungan. Beruntung banget prodi ini dibuka pas tahun 2010. Aku jalanin apa yang aku suka, bermodal kemauan sama Bismillah. Siap tanggung resiko jadi pioneer (misal pindah ke Jatinangor, nggak ada pengalaman senior, dll). Tapi jadi pioneer itu asyik karna kamu bakal akrab banget sama angkatan kamu! Sebenernya sebelumnya aku nggak kebayang BE itu seperti apa, tapi apa yang dijalanin sekarang aku suka banget, menarik! Trus prospek kerjanya cukup luas juga, tapi kalo aku sendiri sih pengen jadi dosen, biar awet muda hehehe... – Geneva Hereka BE’10



Oleh: Hesti Nuraini
Ditulis untuk Majalah Halo Ganesha edisi Agustus 2012

sedikit tentang STEI ITB

27 Comments »


Bagi anak SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mungkin tidak asing lagi bila mendengar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika yang merupakan salah satu fakultas yang terdapat di Institut Teknologi Bandung. Ya, fakultas yang disingkat menjadi STEI ini (baca: seperti kata stay, bukan es-te-e-i) selalu menempati peringkat pertama pada passing grade di hampir semua lembaga bimbingan belajar yang ada di Indonesia. Maka tidak heran jika banyak sekali siswa-siswi yang memimpikan untuk masuk ke fakultas yang katanya terbaik se-Indonesia ini. Namun tidak sedikit pula dari anak-anak SMA tersebut yang justru menjadi takut dan minder duluan untuk sekedar mencoba memilihnya dalam tryout yang mereka diikuti. Tapi apa sih sebenarnya STEI itu? Akan belajar apa kita disana? Kok fakultas itu bisa sampai menjadi yang terfavorit di Indonesia?
logo STEI ITB 2010
Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) ITB yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 2006, merupakan gabungan 2 departemen terpandang di ITB, yaitu Departemen Teknik Elektro dan Departemen Teknik Informatika. Kedua Departemen ini telah mempunyai sejarah yang panjang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Elektro dan Informatika di Indonesia. Nah, namanya juga Teknik, pasti pelajarannya juga tidak akan jauh-jauh dari Fisika dan Kalkulus (Matematika). Namun karena terdapat dua bidang keilmuan pada fakultas ini, yaitu Elektro dan Informatika, maka ada mata kuliah khusus yang dipelajari pada fakultas ini. Pada semester satu akan diberikan mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi yang mempelajari tentang dasar-dasar kode pemrograman yang merupakan landasan dari mata kuliah lain di Program Studi Teknik Informatika. Kemudian pada semester kedua, diberikan mata kuliah Dasar Rangkaian Elektrik yang mempelajari tentang analisis rangkaian listrik yang merupakan dasar utama di Program Studi Teknik Elektro. Meskipun terdiri dari dua bidang keilmuan, namun STEI memiliki lima Program Studi, yaitu :

  1. Teknik Elektro
  2. Teknik Tenaga Listrik
  3. Teknik Telekomunikasi
  4. Teknik Informatika
  5. Sistem dan Teknologi Informasi

Program studi nomor 1-3 berasal dari bidang elektro, sedangkan nomor 4&5 merupakan bidang informatika. Prospek karir untuk Program Sudi Teknik Elektro sangatlah luas di berbagai sektor, diantaranya digital & wireless communication (pembuatan telepon selular), intelligent system (pembuatan robot, komputer dan alat-alat elektronik lainnya), IC Design & manufacturing (perancangan sistem komputer), internet technology (pembuatan wifi dan jaringan internet), multimedia, control & atomation (pembuatan mesin-mesin industri yang otomatis), dan biomedical engineering (perancangan alat-alat elektronik di bidang kedokteran).

Program Studi Teknik Tenaga Listrik mempelajari tentang listrik arus kuat, sehingga dapat ditebak bahwa lulusannya sangat dibutuhkan di Perusahaan Listrik Nasional (PT. PLN) dan Perusahaan Pembangkit Tenaga Listrik, Independent Power Plant Company (IPP) seperti PT. Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa-Bali, serta berbagai IPP swasta. Selain itu sangat dibutuhkan pula di perusahaan yang mempunyai sistem suplai tenaga listrik yang besar seperti PT. Pertamina, PT. CPI, PT. INCO, bebagai perusahaan minyak dan pertambangan lainnya, serta industri yang padat tenaga listrk seperti pabrik tekstil, baja, dll, sebagai ahli atau konsultan pemeliharaan sistem dan peralatan tenaga listrik.

Bidang telekomunikasi berkembang pesat selama tiga dekade terakhir. Maka dari itu industri dan permintaan jasa telekomunikasi sangatlah besar. Disinilah lulusan Teknik Telekomunikasi sangat dibutuhkan. Di perusahaan telepon selular seperti Nokia, Siemens, Sonny, Blackberry, atau Apple misalnya. Atau di perusahaan provider telepon selular sang saat ini sangat berkembang pesat seperti Indosat dan telkomsel. Dan tentu saja sangat dibutuhkan di PT. Telekomunikasi Indonesia.

Untuk Program Studi Teknik Informatika, prospek kerja yang tersedia sangatlah luas dan beragam antara lain sebagai software engineer atau game developer di berbagai perusahaan software developer, konsultan IT di semua perusahaan yang menggunakan sistem komputerisasi di dalamnya. Selain itu sebagai computer, database, web, dan network administrator dan programmer di semua perusahaan yang menggunakan jaringan komputer, sehingga sangat luas sekali kesempatan kerja yang diberikan.

Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi merupakan program studi baru dalam lingkungan STEI yang didirikan sebagai antisipasi terhadap perkembangan sistem informasi yang sangat pesat. Lulusannya diperlukan antara lain pada organisasi pemerintahan maupun perusahaan untuk pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. Selain itu diperlukan pula sebagai pengembang perangkat lunak sistem informasi atau konsultan.

Nah, karena memang saat ini bidang Teknologi, Elektro, dan Informatika sedang sangat berkembang pesat sehingga tersedia prospek kerja yang sangat luas bagi lulusannya, maka tidak heran bila STEI sangat diminati olehh banyak orang. Namun yang terpenting adalah minat kita pada bidang tersebut. Kalau memang punya minat dalam perkembangan teknologi, jangan takut masuk STEI. Tidak usah ngeri duluan melihat nilai-nilai atau passing grade-nya yang tinggi. Dengan usaha dan semangat yang besar pasti bisa untuk diraih walau setinggi apapun mimpi kita itu :)




Logo STEI ITB dari tahun ke tahun


Bandung, 29 November 2011
Hesti Nuraini