Essay for Asma Nadia Writing Workshop


Awalnya saya tidak pernah menyadari hal ini. Hal yang bisa dibilang menjadi salah satu kelebihan saya saat ini. Menulis. Ya, hal ini yang akhir akhir ini kembali saya tekuni. Tanpa saya sadari sebenarnya saya sudah mulai sering menulis sejak Sekolah Menengah Pertama. Padahal asal Anda tahu, saya paling benci dengan pelajaran mengarang saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Saya masih ingat betul setiap pelajaran mengarang saya selalu beranggapan, "Buat apa sih mengarang? kan cuma ngajarin kita buat bohong." Setiap ingat hal itu saya selalu tertawa karena saat SMP saya menjadi sangat sering menulis alias mengarang.

Saya sendiri tidak tahu bagaimana awal mulanya saya menjadi gemar menulis, mungkin karena masa SMP adalah masa masa yang labil, saya mencurahkan semua unek unek, pendapat, ide dan perasan saya lewat tulisan. Karena memang saya akui saya kurang berani dalam hal berbicara. Mungkin ada sekitar belasan cerpen yng pernah saya tulis semasa SMP, beberapa masih saya simpan, namun yang lain entah sudah ada di tong sampah mana, karena saat itu memang saya hanya orat coret di sembarang kertas. Namun saya masih menyimpan satu buah buku yang mungkin berisi empat atau lima cerpen yang saya buat, buku itu masih tersimpan di rak buku di kamar saya di Solo.

Saat itu tulisan saya memang kebanyakn masih berupa cerpen cerpen bertema cinta ala remaja. Kemudin saat beranjak SMA saya sempat berfikir untuk membuat novel, mungkin karena terbawa emosi saya yang suka membaca novel novel teenlit saat itu, ingin rasanya menjadi salah satu dari mereka yang masih seumuran dengn saya tapi sudah punya buku yang dibaca oleh banyak orang. Dan mulailah saya menulis novel. Satu bulan, dua bulan, ternyata tulisan itu terbengkalai begitu saja seiring kesibukan di sekolah. Mungkin baru sekitar 20an halaman yang baru saya tulis saat itu. Lagi-lagi karena belum ada komputer, entah sekarang penggalan novel itu berada dimana.

Kemudin di akhir masa SMA saya mempunyai minat lain, masih seputar menulis, saya mulai suka membaca dan juga menulis puisi, dan dalam bahsa inggris. Mungkin karena saat itu kegiatan belajar mengajar di sekolah saya kebanyakan menggunakan bahasa inggris. Entah mengapa saya merasakan makna yang lebih mendalam saat kata kata dicurahkan melalui puisi, bukan hanya sekedar cerita biasa.

Dan sekarang saat disini, ternyata BIUS memberikan wadah bagi saya dan teman teman untuk berkarya. Setiap bulan kami wajib menulis, dengan tema yang berbed beda. Hal ini merupakn tantangan baru bagi saya. Biasnya saya hanya menulis sesuai keinginan saya, namun kali ini dengan tema yng ditentukan menuntut saya untuk menambah wawasan dan juga ketermpilan saya dalam mencurahkn kata kata.

Oleh sebab itu saya berharap agar bisa terpilih untuk mengikuti pelatihan menulis bersam Asma Nadia. Saya ingin mengembangkan potensi yang baru saya sadari ini agar lebih baik dan menjadi salah satu kelebihan saya. Dibalik kelemahan saya yang kurang berani dalam hal berbicara, saya ingin menympaikan ide dan pikirn saya melalui tulisan. Sejak dulu saya merupakan orang yang selalu mempunyai motivasi yang besar, namun karena keterbatasan disana sini menyebabkan beberapa hambatan. Jadi dalam kesempatan ini saya sangat berharap untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut. Semoga hal ini menjdi sesuatu yang lebih bermanfaat di masa depan.

Terima Kasih.




Bandung, 2 November 2010
Hesti Nuraini

This entry was posted on December 24, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply